Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Nov 19 2021

    Delapan Provinsi Alami Kenaikan Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Aturan Berwisata Saat Nataru

    Kawula Muda, yuk ditahan dulu liburannya!

    Ilustrasi liburan. (PIXABAY)

    Kawula Muda, pemerintah terus menggencarkan pembatasan mobilitas untuk menghindari terjadinya gelombang ketiga Covid-19 akibat Nataru (Natal dan Tahun Baru).

    Berkaca dari China yang kembali lockdown, tak bisa dipungkiri bahwa potensi lonjakan kasus Covid-19 akan kembali terjadi, meskipun beberapa daerah telah menerapkan PPKM Level 1 termasuk DKI Jakarta.

    Pun pemerintah juga disebut-sebut akan berencana untuk menerapkan PPKM Level 3 pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal ini tentunya telah melalui beberapa pertimbangan, salah satunya data yang menunjukkan adanya kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah seperti yang dilansir Liputan6.

    Changping Beijing jadi salah satu lokasi dengan resiko tinggi Covid-19Changping Beijing jadi salah satu lokasi dengan resiko tinggi Covid-19. (SHUTTERSTOCK)

     

    "Update Covid-19 pada 7 November, kalau kita lihat, satu minggu terakhir terjadi penurunan kasus, -12 persen dari data Satgas Covid. Namun, delapan provinsi mengalami kenaikan kasus," tutur Ketua Sub Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19, Troy Pantouw, dalam diskusi "Penerapan Prokes Covid-19 Sambut Kebangkitan Sektor Pariwisata", di Bali pada Kamis (18/11/2021). 

    Lima provinsi teratas di antaranya yaitu Papua Barat yang naik 13 kali lipat, DI Yogyakarta yang meningkat 40 persen, DKI Jakarta naik tujuh persen, Sulawesi Tenggara meningkat 100 persen, dan Bangka Belitung yang naik 6,2 persen.

    Namun, Troy memastikan bahwa angka tersebut bisa berubah sewaktu-waktu, mengingat data tersebut diambil dari minggu lalu.

    Sementara itu, Troy juga mengingatkan para masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, agar peluang melonjaknya kasus corona di Indonesia bisa terus menurun.

    "...bahkan ada yang gelombang kelima, akibat relaksasi dilakukan dan abainya protokol kesehatan," tambahnya. Meskipun tentunya hal tersebut dapat memengaruhi sektor pariwisata domestik, Troy ingin mereka yang terdampak tidak cepat terbawa emosi.

    Editor Team

    COMMENT