Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Jun 09 2022

    Dilarang Bermain Game, Remaja 16 Tahun Bunuh dan Sembunyikan Jasad Ibunya dalam Rumah

    HAH??

    Ilustrasi Pembunuhan (UNPLASH)


    Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun diketahui membunuh ibunya dengan pistol. Setelah itu, ia juga menyembunyikan jasad sang ibu selama dua hari.

    Kasus tersebut terjadi di wilayah Lucknow, bagian utara Pradesh, India. Diketahui, remaja tersebut memang kecanduan bermain game online, terutama yang melibatkan aksi tembak-menembak. 

    Ilustrasi PembunuhanIlustrasi Pembunuhan (UNPLASH)

     

    Suatu hari, sang ibu mencurigai anaknya karena terdapat uang yang hilang. Hal itu pun memicu perdebatan di antara keduanya. Terlebih lagi, sang anak sudah tidak menyukai ibunya karena kerap memintanya berhenti bermain game online. 

    Sang anak pun mengambil pistol ayahnya yang merupakan anggota tentara, kemudian menembak mati ibunya saat sedang tertidur. Saat kejadian, saudara perempuannya juga tengah tidur dan ayahnya sedang berada di luar negeri.

    Anak tersebut sempat menyembunyikan jasad ibunya selama tiga hari di dalam rumah mereka. Untuk menghilangkan baunya, ia menggunakan pengharum ruangan secara rutin. 

    Polisi juga mengatakan bahwa remaja tersebut turut mengancam saudara perempuannya yang berusia 10 tahun. Ia mengancam akan membunuhnya juga apabila mengatakan adanya pembunuhan kepada siapa pun. 

    Menurut keterangan kepolisian Lucknow, Qasim Abdi, pada Selasa, sekitar pukul 9 malam, polisi mendapat informasi bahwa seorang wanita terbunuh karena tertembak. 

    Ketika sampai di lokasi, pihak kepolisian pun bertanya kepada masyarakat sekitar. Segera setelah itu, mereka mengetahui bahwa sang anak yang merupakan pelaku penembakan tersebut.

    “Untuk membohongi kami (polisi), ia mengatakan bahwa seorang teknisi listrik yang datang ke rumahnya lah adalah pelaku pembunuhan tersebut. Namun, ketika kami menanyakan detail lebih lanjut terkait teknisi tersebut, kami mengetahui bahwa cerita tersebut adalah palsu,” tutur Qasim Abdi dikutip dari IndianExpress. 

    Dari keterangan polisi lainnya, anak tersebut sempat mengajak temannya untuk menginap pada Senin malam. Ia memberitahu temannya bahwa ia merasa ketakutan. Di saat yang sama pula, jasad ibunya berada di rumah dalam ruangan yang terpisah.

    Editor Team

    COMMENT