Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Aug 29 2022

    DPR Minta Proyek Tender Pengadaan Kalender Seharga Rp 900 Juta

    panggilan kepada tukang desain kalender, ayo cari cuan

    Gedung DPR. (INSTAGRAM/DPR_RI)


    Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menganggarkan Rp 900 juta untuk mencetak kalender. Anggaran fantastis tersebut bisa dilihat di situs lpse.dpr.go.id.

    Tender tersebut diberi nama 'Percetakan Kalender DPR RI' dengan kode 739087 dan dibuat pada 23 Agustus 2022.

    Sementara itu, tahap tender saat ini masih berstatus 'pengumuman pasca kualifikasi'. Tender ini berada pada satuan kerja Sekretariat Jenderal DPR.

    Dana yang dianggarkan untuk mencetak kalender tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022.

    "Tahun anggaran APBN 2022. Nilai pagu paket Rp 955.737.000. Nilai HPS paket Rp 901.875.000," demikian keterangan di situs lpse.dpr.go.id.

    Lebih lanjut, jenis kontrak dalam tender tersebut adalah Lumsum. Sedangkan Lokasi pekerjaannya terletak di Gedung DPR RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav.1 Jakarta Pusat.

    ilustrasi kalenderilustrasi kalender (UNSPLASH/Eric Rothermel)

    Pengadaan barang yang dilakukan DPR dengan anggaran yang fantastis bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, rencana pengadaan gorden perumahan DPR juga menuai polemik. Pengadaan gorden rumah anggota DPR tersebut senilai Rp 43,5 miliar.

    Dilansir dari CNN Indonesia, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar menjawab kritik Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) soal anggaran Rp 995 juta untuk mencetak kalender yang berasal dari APBN 2022.

    Bagi Indra angka tersebut masih dalam batas wajar. Harga satuan kalender yang dianggarkan DPR seharga 27 ribu dengan kondisi masih harga perkiraan sendiri (HPS).

    "Dia (Formappi) tahu enggak harganya satuan kalendernya? Cuma Rp 27 ribu. Itu aja HPS. Kalau setelah dilelang berapa, bisa jadi di bawah itu. Semua diperdebatkan. Semua yang DPR lakukan enggak boleh. Kita enggak bikin program apa-apa, terus mau ngapain kita sekarang?" ungkap Indra.

    Editor Team

    COMMENT