Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    May 12 2022

    Fakta-fakta Motor TNI Berbahan Bakar Air di Cirebon

    Semoga bisa semakin jadi alternatif bensin ya, Kawula Muda! Biar murah :)

    Kodam III Siliwangi TNI gunakan alat yang mampu mengubah air menjadi energi untuk menggerakan motor (Ony Syahroni/DetikJabar)


    Seorang TNI diketahui mengendarai sepeda motor yang berbahan bakar air. Adapun alat pengubah air menjadi energi tersebut dinamai Nikuba atau Niku Banyu. 

    Berikut beberapa rangkuman fakta-fakta tekonologi tersebut dikutip dari CNNIndonesia dan beberapa sumber lainnya!

    NikubaDokumentasi Nikuba (Ony Syahroni/DetikJabar)

      

    Pisahkan Oksigen dan Hidrogen

    Mesin Nikuba rupanya menggunakan generator elektrolisis untuk mengubah air menjadi bahan bakar. Air (H2O) dipisah menjadi hidrogen (H) dan oksigen (O). Gas hidrogen itulah yang akan masuk ke ruang pembakaran kendaraan dan menjadi bahan bakar. Dengan begitu, motor ataupun mobil dapat bergerak. 

    1 Liter dari Cirebon ke Semarang

    Aryanto Misel, warga Cirebon yang mengaku sebagai penemu alat tersebut mengklaim telah mencoba mengendarai motor dengan bahan bakar air tersebut. Ia mencoba membawa motor pulang-pergi dari Cirebon ke Semarang dengan 1 liter air bebas logam berat. 

    Digunakan Puluhan Anggota TNI Siliwangi

    Adapun alat tersebut kini tengah diujikan di 30 motor milik anggota TNI Kodam III Siliwangi. Harapannya, Nikuba mampu menekan biaya yang sebelumnya digunakan untuk bensin kendaraan. Sementara itu, mesin tersebut dibanderol dengan harga Rp4,5 juta per unitnya. Selama dua bulan penggunaannya, TNI Siliwangi belum memiliki keluhan terkait mesin tersebut. 

    Disebut Bukan Teknologi Baru

    Pakar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan alat tersebut bukanlah teknologi baru. Mereka menyampaikan telah banyak alat serupa Nikuba yang telah ada sebelumnya dan bahkan diperjualbelikan di pasaran. 

    Disebut Miliki Risiko Meledak

    Dosen sekaligus Pakar Teknik Mesin Universitas Padjadjaran, Made Joni menyebut alat berkonsep elektrolisis tersebut memiliki risiko meledak. Dalam wawancara dengan CNNIndonesia, disebutkan bahwa hidrogen di dalam mesin tersebut dapat meledak apabila terjadi kebocoran. Namun, ia menegaskan perlu penelitian lebih lanjut untuk menganalisis kemungkinan ledakan tersebut. 

    Editor Team

    COMMENT