Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Aug 02 2022

    Fakta Pencipta Lirik Lagu '17 Agustus (Hari Merdeka)' yang Perlu Lo Ketahui!

    Nama penciptanya Husein al Mutahar, Kawula Muda.

    Bendera Indonesia (KOMPAS)


    Sudah masuk bulan Agustus 2022, nih Kawula Muda, tandanya tinggal berapa hari lagi menuju kemerdekaan. Lantunan lagu ‘17 Agustus’ bakal siap dinyanyikan di tanggal tersebut.

    Tapi, lo tahu enggak sama pencipta lagunya? Lagu ‘17 Agustus’ diciptakan oleh Husein Mutahar atau Muhammad bin Husein al Mutahar.

    Namanya mungkin terdengar asing, ya. Namun jasa Huesin Mutahar begitu berjasa di tanah air, loh Kawula Muda.

    Berikut rangkuman yang di dapat Prambors tentang penulis lirik lagu ‘17 Agustus’:

    1. Pencetus Gerakan Pramuka Indonesia dan Paskibra

    Husein Mutahar juga tokoh utama pendiri gerakan Pramuka Indonesia, loh.

    Mengutip dari Detik, Selasa (02/08/2022), Husein Mutahar juga merupakan tokoh pencetus gerakan Paskibraka.

    Husein merupakan seorang yang terlibat dalam pertempuran di Yogyakarta dan mendapat tanda jasa Bintang Gerilya di tahun 1948-1949.

    2. Lagu ciptaannya

    Lagu ciptaan Husein yang populer adalah 'Hymne Syukur' pada Januari 1945 dan mars 'Hari Merdeka' di 1946.

    Karya terakhirnya, 'Dirgahayu Indonesiaku', yang menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia.

    3. Pernah jadi ajudan Ir. Soekarno

    Husein Mutahar juga merupakan seorang ajudan dari Presiden RI pertama Indonesia.

    Husein melepaskan benang jahitan untuk memisahkan bagian merah dan putih. Pada Juni 1949, Bung Karno juga meminta kembali bendera pusaka merah putih darinya.

    Ia pun menjahit kembali bagian merah dan bagian putih yang terpisah. Bendera merah putih disamarkan dengan bungkusan koran. Kemudian diserahkan kepada Soejono untuk dikembalikan kepada Bung Karno di Bangka.

    4. Pandai 8 bahasa

    Husein fasih berbicara dan menulis dalam delapan bahasa, termasuk bahasa Arab, Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, dan Spanyol.

    Maka dari itu, ia bisa menduduki berbagai jabatan penting, seperti pegawai pada Departemen Luar Negeri (1949-1979), Direktur Jenderal Pemuda dan Pramuka pada Departemen 

    Pendidikan dan Kebudayaan (1966-1968), hingga Duta Besar RI untuk Vatikan (1969-1973).

    5. Meninggal di usia 88 tahun

    Pada 9 Juni 2004, Husein menghembuskan nafas terakhirnya setelah menderita sakit selama sebulan.

    Editor Team

    COMMENT