Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 02 2021

    Hari Pertama Sekolah Tatap Muka Dijalankan, 70 Siswa Ditahan karena Terlibat Tawuran

    Kawula Muda, gokil banget nih aksi 70 pelajar dari Jakarta

    Ilustrasi tawuran. (Dok. SUARA PEMBARUAN)

    Sudah hampir satu setengah tahun pelajar-pelajar di Indonesia tidak bisa belajar di sekolah, hingga akhirnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) untuk 610 sekolah swasta dan negeri di Jakarta pada Senin (30/8/2021) lalu.

    Tak disangka-sangka, hari pertama sekolah dibuka malahan dijadikan ajang para pelajar untuk melakukan aksi tawuran. Untungnya, polisi dengan sigap menciduk 70 pelajar pada Senin malam di Jalan M Yamin, Tangerang, sebelum aksi itu dilakukan, seperti yang dilansir TribunNews.

    Tiga puluh empat pelajar di antaranya merupakan siswa dari SMKN 1 Jakarta (Budi Utomo) yang merupakan kubu pendatang. Sementara itu, 36 pelajar lainnya merupakan siswa gabungan dari beberapa sekolah di Kota Tangerang.

    Siswa yang terlibat dalam aksi tawuranSiswa yang terlibat dalam aksi tawuran. (Dok. TRIBUNNEWS)

     

    "Dari hasil interogasi pelajar dari sekolah SMKN 1 Jakarta sebelumnya benar telah melaksanakan sekolah tatap muka dan pulang 11.00 WIB," ungkap Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima, Selasa (31/8/2021).

    Pun polisi melakukan penggeledahan dan menemukan delapan senjata tajam yang dibawa oleh lima siswa dari Jakarta dan Tangerang.

    Kelima pelajar itu juga ditahan di Polsek Benteng, karena terbukti tak hanya menjadi dalang tawuran, melainkan juga sebagai pendistribusi senjata tajam jenis celurit itu.

    Sementara itu, 65 pelajar lainnya diketahui telah dibebaskan, karena masih di bawah umur.

    "Di sini kami lakukan pemulangan dan koordinasi sama sekolah dan guru. Sama orang tua juga datang ke sini untuk komunikasi sama siswanya dan buat pernyataan," tutup Deonijiu.

    Waduh, ada-ada aja, ya, Kawula Muda!

    Editor Team

    COMMENT