Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Aug 25 2020

    Hati-hati, Rajin “Intip” Situs Porno, Bisa Ditangkap Pihak Berwajib!

    Hai Kawula Muda, seberapa sering mengunjungi situs pornografi, ternyata bisa ditangkap dan masuk bui!

    Orang sedang mengakses tontotan dengan menggunakan laptop dan internet (FREEPIK).

    Masa muda memang masanya kepo alias ingin tahu akan segala hal. Termasuk ingin tahu ada apa di situs 18+ alias pornografi, meskipun dilarang.

    Nah, baru-baru ini, sebuah teknologi canggih bak film Mission Impossible dibentuk untuk mengendus “jejak” pornografi online di negara tetangga, Malaysia.

    Melansir dari New Straits Times, Asisten Komisaris Polisi Malaysia Ong Chin Lan mengatakan bahwa Penyelidikan Internet (Micac) Malaysia yang baru diluncurkan adalah untuk memantau lalu lintas situs-situs porno, terutama yang memuat pornografi anak.

    Sistem canggih ini akan bekerja untuk memperluas cakupannya dalam mendeteksi mereka yang sedang berselancar di situs pornografi.

    Data akan diolah di Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC), sehingga akan diperoleh siapa pengguna internet tersebut secara rinci.

    Setelah teridentifikasi, mereka akan dipanggil kemudian diinterogasi, atau dapat juga ditangkap di rumah atau di mana pun. Mereka yang akan “diciduk” adalah yang mengunjungi situs-situs porno secara teratur.

    Perangkat lunak baru ini begitu canggih sehingga dapat mendeteksi mereka yang berselancar dan mengunduh film porno, meski dari telepon gengam yang mereka anggap sudah diberi keamanan.

    Program yang dikembangkan di Amerika Serikat ini antara lain akan menunjukkan alamat IP, lokasi, nama situs web porno yang diunggah atau diunduh, dan waktunya. Semua ditunjukkan secara real time.

    Ong mengatakan, data dari laporan polisi Belanda mengindentifikasi hampir 20.000 alamat IP di Malaysia aktif mengunggah dan mengunduh gambar dan rekaman eksplisit anak di bawah umur.

    Mimac juga memiliki kekuatan untuk merebut ponsel, komputer, atau laptop untuk memeriksa materi pornografi di dalamnya, karena itu adalah pelanggaran terhadap Pasal 292 KUHP.

    Sementara itu, Kepala Bidang Kepatuhan dan Advokasi Jaringan Keamanan MCMC Dr. Fadhlullah Suhaimi Abdul Malek mengatakan, komisinya telah memblokir 3.781 situs porno dari 2014 hingga akhir Maret 2020.

    Waduh, kira-kira di Indonesia bakal berlaku kapan ya peraturan ini?

    Editor Team

    COMMENT