Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Dec 30 2021

    Kaleidoskop Berita Pelecehan Seksual Sepanjang Tahun 2021, Satu Kasus Tidak Dilanjutkan

    Kawula Muda, semoga kasus serupa bisa dengan cepat terusut tuntas, ya.

    Ilustrasi kekerasan seksual. (FREEPIK)

    Kawula Muda, sepanjang tahun 2021, semakin banyak kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang terungkap. Hal itu tentunya berkat keberanian sang korban untuk speak up.

    Jika tidak ada yang memiliki nekat untuk berkata jujur, mungkin lingkaran setan ini tak akan berakhir—dan orang akan terus menganggap remeh permasalahan tersebut.

    Melansir POPMAMA, sedikitnya ada lima kasus kekerasan seksual yang terjadi di Tanah Air. Berikut daftarnya:

    1. Pelecehan seksual terjadi di KRL, admin media sosial malah menyudutkan pelapor

    Salah satu penumpang KRL Commuter Line mengalami pelecehan seksual pada Juni 2021 lalu. Kabar itu diketahui usai teman korban mengadu kepada media sosial Twitter @CommuterLine.

    Namun, admin media sosial tidak memberi simpati, malahan memperlihatkan ketidakpercayaannya.

    "BTW kejadian nya di alami sama temen Mba kan.?? bukan sama mba nya ?? kenapa gak langsung Lapor Polisi aja Mbanya.? dan kalo lapor polisi si mba nya pun harus ada bukti..." tulisnya.

    Pihak KAI pun diketahui langsung memberi klarifikasi dan memecat admin tersebut.

    2. Pegawai KPI alami perundungan dan pelecehan seksual bertahun-tahun

    kekerasan seksualIlustrasi kekerasan seksual. (FREEPIK)

     

    Pada September 2021, salah seorang pegawai KPI berinisial MS membuat keteragan tertulis dan menyebarkannya ke berbagai media. Dalam surat tersebut, MS bercerita bahwa dirinyamenjadi korban perundungan dan pelecehan seksual sejak 2012 silam.

    Adapun ia pernah dipukul, ditertawakan, hingga ditelanjangi rekan kerjanya selama tahun 2012-2014. Kasus ini pun terus menyita perhatian netizen, karena belum mendapatkan titik terang hingga saat ini.

    Bahkan, beredar isu MS dipaksa meninggalkan KPI.

    3. Ayah kandung cabuli tiga anak di Luwu Timur

    Oktober lalu, warganet juga sempat dihebohkan dengan dugaan ayah kandung yang berani memerkosa ketiga anaknya yang berusia di bawah 10 tahun di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

    Mabes Polri pun akhirnya memberi pernyatannya, bahwa kasus yang terjadi pada 2019 lalu itu bukan pemerkosaan melainkan pencabulan.

    "Jadi bukan perbatan tindak pidana pemerkosaan, seperti yang viral di medsos dan juga menjadi perbincangan di publik," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Rudi Hartono.

    4. Pemilik pesantren perkosa 21 santriwati

    Pemilik pondok pesantren, Herry Wirawan (HW), diketahui memerkosa 21 santriwati selama 5 tahun (2016-2021). Bahkan, 9 korban di antaranya sudah melahirkan.

    Melansir kumparan, korban dengan usia kisaran 13-17 tahun itu dipaksa berhubungan seksual saat mengandung dan haid. Bahkan, dipaksa untuk menjadi kuli bangunan pondok pesantren.

    Nahasnya lagi, bayi salah satu korban dijadikan alat untuk meminta sumbangan yatim piatu. Pria berusia 36 tahun itu diketahui menjanjikan biaya kuliah, karier, hingga merawat bayinya hingga dewasa sebelum bersetubuh.

    HW menjalankan aksinya di pesantren, apartemen, dan hotel di Bandung dengan menilep Dana Program Indonesia Pintar milik korban.

    5. Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan figur publik

    Menolak lupa dengan apa yang viral di Twitter Juni 2021 lalu, salah seorang pengguna dengan nama @quuwenjojo bercerita alami pelecehan seksual oleh figur publik GH pada sebuah acara 2018 silam di Malang, Jawa Timur.

    Wanita itu bercerita bahwa awal mulanya, ia hanya membuat Instagram Story bersama GH. Usai merekam, GH memeluk korban dengan sangat erat, ketika dirinya mengenakan dress selutut.

    Tiba-tiba, tangan GH "masuk ke baju gue. Satu tangan dari atas, satu lagi dari bawah. Gue shock," tulisnya pada 8 Juni 2021.

    Namun, kasus itu tidak ada kelanjutannya hingga saat ini.

    Semoga kasus serupa tak akan terulang lagi, ya, Kawula Muda.

    Editor Team

    COMMENT