Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jun 09 2021

    Kasus Covid-19 Kian Tinggi, Ini Daftar Zona Merah di Jawa, NTB, dan Sumatra

    Hai Kawula Muda, jangan lengah, tetap taati prokes ya.

    Tangkapan layar peta risiko Covid-19 di Indonesia. (SATGAS COVID-19)

    Beberapa waktu belakangan, pasca libur Idul Fitri 2021, kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan. Bahkan, beberapa daerah dilaporkan mulai dalam keadaan darurat.

    Secara global (di 223 negara) hingga Selasa (8/6/2021), WHO mencatat telah 173.331.478 terkontimasi, dengan 3.735.571 kasus meninggal dunia.

    Di Indonesia, kasus positif tercatat 1.869.325 dengan rincian 1.717.570. pasien sembuh dan 51.992meninggal dunia.

    Satuan Tugas Penanganan Covid-19 secara berkala selalu memperbarui peta risiko Covid-19 Indonesia untuk mengetahui status kedaruratan pandemi di masing-masing daerah. Berdasarkan data terakhir, peta diperbarui pada Minggu (6/6/2021).

    Hasilnya, sejumlah daerah masih dinyatakan ada di zona merah alias risiko tinggi, yakni sebanyak 17 dari 514 kabupaten/kota yang tersebar di Jawa, Sumatra, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Kemudian sebanyak 158 daerah (30,74 persen) berstatus zona kuning atau risiko sedang. Sisanya 8 daerah berstatus zona hijau yang terdiri dari 7 kabupaten/kota (1,36 persen) tak ada kasus dan 1 daerah (0,19 persen) tak terdampak.

    Daerah dengan Zona Merah

    Disebutkan, untuk daerah zona merah, mayoritas berada di Pulau Sumatra dan Jawa, serta NTB ada 1 daerah.

    Berikut ini daftar lengkap daerah di Jawa, NTB, dan Sumatra yang masih berstatus sebagai kabupaten/kota dengan risiko Covid-19 tinggi.

    Jawa

    Jawa Barat: Ciamis dan Bandung Barat

    Jawa Tengah: Kudus dan Tegal

    Nusa Tenggara Barat

    Kota Bima

    Sumatera

    Aceh: Kota Banda Aceh

    Sumatera Utara: Medan

    Sumatera Selatan: Palembang

    Sumatera Barat: Dharmasyara, Kota Bukit Tinggi, Agam, Lima Puluh Kota

    Riau: Siak dan Kuantan Singingi

    Jambi: Tebo

    Kepulauan Riau: Karimun dan Kota Batam.

    Data tersebut tentu akan bergerak seiring dengan perkembangan situasi pandemi dan penanganannya di masing-masing daerah.

    PASIEN COVID-19Ilustrasi pasien Covid-19 sedang jalani perawatan. (FREEPIK)

      

    Indikator penilaian

    Dikutip covid19.go.id, dalam menentukan zona atau risiko suatu daerah, Satgas Penanganan Covid-19 memiliki 3 indikator utama yang terdiri dari indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

    1. Indikator epidemiologi

    • Penurunan jumlah kasus positif dan probable pada minggu terakhir sebesar lebih kurang 50 persen dari puncak
    • Penurunan julam kasus suspek pada minggu terakhir sebesar lebih kurang 50 persen dari puncak
    • Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar lebih kurang 50 persen dari puncak
    • Penurunan jumlah kasus positif dan probable yang di RS pada minggu terakhir sebesar lebih kurang 50 persen dari puncak
    • Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar lebih kurang 50 persen dari puncak
    • Presentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif dan probable
    • Laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk
    • Mortality rate kasus positif per 100.000 penduduk
    • Kecepatan Laju Insidensi per 100.000 penduduk

    2. Indikator surveilans kesehatan masyarakat:

    • Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir
    • Positivity rate rendah (target lebih kurang 5 persen sampel postitif dari seluruh orang yang diperiksa)

    3. Indikator pelayanan kesehatan:

    • Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung sampai dengan lebih kurang 20 persen jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS
    • Jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung sampai dengan lebih kurang 20 persen jumlah ODP, PDP, dan pasien positif yang dirawat di RS.
    Editor Team

    COMMENT