Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Jun 08 2022

    Kembali Viral, Apa Itu Aksi Nge-BM Truk yang Bahayakan Nyawa?

    Gak usah ngadi-ngadi ya, Kawula Muda :)

    Ilustrasi truk yang tengah melaju kencang. (UNSPLASH/Arron Choi)


    Fenomena ‘nge-BM’ truk alias menghentikan truk yang melaju kencang kembali ramai terjadi. Demi mengunggah konten di media sosial, banyak remaja yang memasang badan untuk memberhentikan truk secara mendadak. 

    Hal ini tentu berbahaya, mengingat untuk menghentikan truk yang melaju kencang tidak dapat dilakukan begitu saja. Akibatnya, bukan hanya nyawa pemberhenti truk yang bisa melayang, sopir hingga pengusaha truk pun turut dirugikan. 

    Hal itu dikarenakan truk yang seharusnya dipakai untuk mengantar barang, bisa jadi tidak dapat digunakan untuk sementara karena disita pihak kepolisian. Selain itu, sang sopir bisa saja memiliki beban mental apabila remaja yang mencoba menghentikan truk tersebut mengalami luka berat atau bahkan meninggal dunia. 

    Bukan Pertama Kali

    Setahun lalu, rupanya aksi menghentikan truk tersebut juga pernah viral. Sebut saja pada 22 September 2019, lima remaja di Kampung Kabandungan, Bogor juga mencoba menghentikan truk pengangkut pasir. 

    Tak sempat mengerem, salah satu remaja yang berusia 15 tahun tersebut terlindas truk dan tewas di tempat. Melihat temannya tewas, keempat temannya langsung kabur dari lokasi kejadian. Demikian pula dengan sang sopir truk yang melarikan diri. 

    Kembali Marak Terjadi

    Sayangnya, aksi yang meresahkan tersebut kembali viral akhir-akhir ini. Sebut saja aksi sekelompok remaja yang mencoba menghadang truk di kawasan Jalan Otista Raya, Tangerang pada Jumat (03/06/2022) lalu. 

    Pada video yang viral di media sosial, terlihat tiga bocah yang terekam menghadang truk tersebut. Akibatnya, seorang remaja 18 tahun terlindas truk dan tewas di tempat. Sang sopir pun dimintai keterangan oleh kepolisian.

    Sehari sebelumnya, dua remaja juga nekat menghadang truk di Jalan Gading, Cingcin, Bandung. Akibatnya, seorang remaja mengalami luka berat hingga harus dirawat ke rumah sakit. Sementara itu, sang sopir masih dalam pencarian polisi. 

    Tanggapan Aptrindo atas Hukuman bagi Sopir

    Setahun lalu, ketika kejadian tersebut viral, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY Bambang Widjanarko angkat bicara. 

    “Para pengemudi truk juga bisa terbebas dari segala tuntutan, karena hal ini bukan kelalaian,” tutur Bambang pada Senin (27/09/2021) dikutip dari Kompas. Ia turut menuturkan bahwa ketika muncul orang secara tiba-tiba di depan truk, kaget dan panik adalah respons yang wajar. 

    “Kendaraannya pun belum tentu bisa dihentikan, baik ada muatannya maupun kosong,” tambah Bambang. 

    Karena itu, yuk jadi anak muda yang cerdas, Kawula Muda! :)

    Editor Team

    COMMENT