Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Jan 03 2023

    Kompilasi Berita Minggu Ini: Viralnya Lato-Lato hingga Depok Kena Prank Tahun Baru

    Lato-lato emang jadi fenomena nasional ya :)

    Kompilasi berita minggu ini, Depok kena prank, lato-lato dimainkan Joko Widodo, hingga aturan terbaru rokok (KOMPAS, INSTARGRAM/RIDWAN KAMIL, UNSPLASH/MUFID MAJNUN)


    Selamat tahun baru, Kawula Muda! Walau sudah memasuki Januari 2023, jangan lupa untuk melihat lagi berita-berita terheboh di akhir awal pekan ini. 

    Tim Editorial Prambors memilih beberapa kabar menarik yang terjadi secara nasional. Sebut saja warga Depok yang terkena ‘prank’ kembang api di depan Margo City. Alih-alih menonton kembang api spektakuler seperti tahun-tahun sebelumnya, para warga yang telah berkumpul harus bersyukur dengan countdown ramai-ramai tanpa acara petasan jelang tahun baru. 

    Di level nasional, kini kembali viral fenomena ‘lato-lato’, sebuah mainan tradisional yang kini banyak dimainkan. Bahkan, Presiden Indonesia, Jokowi juga mencoba memainkan lato-lato.

    Masih di level nasional, Presiden Joko Widodo baru saja mengesahkan Peraturan Pemerintah terbaru terkait rokok. Beberapa aturan yang ramai dibicarakan yakni pelarangan penjualan rokok batangan hingga gambar peringatan bungkus rokok yang diperbesar.

    Berikut berita selengkapnya ya, Kawula Muda! 

    Warga Depok Kena Prank Menunggu Kembang Api


    @mr.benn_1

    Lucu yah awal tahun pada kena prank😂

    ♬ original sound - Troye Sivan

    Ratusan warga Depok telah memadati jalan Margonda, tepatnya di depan Margo City, pada Sabtu, 31 Desember 2022. Mereka menunggu-nunggu kembang api spektakuler yang biasa dipijarkan di lokasi tersebut. 

    Namun, mereka terkena ‘prank’, Kawula Muda! Tahun ini, Margo City tidak meledakkan kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya. Para warga Depok pun harus puas dengan menghitung countdown tahun baru beramai-ramai tanpa menonton pertunjukan kembang api spektakuler. 

    Hal ini pun viral di media sosial. Banyak warga Depok yang meluapkan kekecewaannya di media sosial. Di sisi lain, para warganet menanggapi ‘kelakuan’ warga Depok dengan tertawa. Yah… padahal pihak Margo City memang tidak menyiarkan informasi terkait perayaan malam tahun baru 2023.

    Lato-lato: Mainan Meresahkan yang Ikut Dimainkan Presiden



    Baru-baru ini, sebuah permainan tradisional bernama Lato-lato, kembali viral dimainkan. Tidak hanya anak-anak, permainan tersebut juga dimainkan oleh remaja hingga orang dewasa. 

    Lato-lato merupakan sebuah permainan sederhana yang terbuat dari sepasang bola kecil dan terikat dengan seutas tali. Cara memainkan Lato-lato adalah dengan membenturkan kedua bola kecil tersebut berkali-kali tanpa berhenti. Siapa yang berhasil memainkannya paling lama, maka ia lah pemenangnya. 

    Ketika kedua bola saling terbentur, maka akan timbul bunyi yang khas dan unik. Bunyi itulah yang disukai oleh para pemain sehingga membuat mereka suka memainkannya terus menerus. Namun, banyak pula yang menyebut bunyi tersebut mengganggu dan meresahkan. 

    Di sisi lain, rasa penasaran permainan Lato-lato juga dirasakan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo loh, Kawula Muda! Dalam kunjungannya ke Jawa Barat, ia memainkan permainan tradisional tersebut dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

    Ridwan Kamil juga sempat mengajari Jokowi memainkan Lato-lato. Setelahnya, mereka terlihat memainkan dua Lato-lato sekaligus

    Video keduanya saat bermain lato-lato pun diunggah ke media sosial dan banyak mendapat tanggapan warganet. 

    Jokowi Larang Penjualan Rokok Ketengan dan Gambar Peringatan Bahaya Rokok Diperbesar

    RokokIlustrasi batang rokok (UNSPLASH/MUFID MAJNUN)

     

    Aturan terbaru mengenai rokok tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. 

    Dalam aturan tersebut, kini pemerintah resmi melarang penjualan batang rokok satuan alias ketengan. Hal tersebut dikarenakan banyaknya remaja dan anak sekolah yang membeli rokok batangan. 

    Menurut data Kemenkes, jumlah remaja berusia 10 hingga 18 tahun yang merokok meningkat hingga 9 persen dalam setahun. 

    Selain itu, ada pula aturan terbaru mengenai perintah pembesaran gambar dan tulisan peringatan ‘bahaya merokok’ pada bungkus rokok di Indonesia. 

    Hal tersebut sesuai dengan komentar Tobacco Control Support Center (TCSC) yang mendesak pembesaran gambar bahaya bungkus rokok. Mereka menyatakan peringatan kesehatan bergambar tersebut merupakan sarana yang efektif untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya rokok. 

    Editor Team

    COMMENT