Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jul 14 2021

    Lagu Gangnam Style Milik PSY Dilarang Diputar di Gym Korea Selatan, Mengapa?

    Kawula Muda, menurut lo gimana nih aturan baru dari Korea Selatan?

    PSY membawakan lagu Gangnam Style. (Dok. REUTERS)

    Kawula Muda, aturan baru Korea Selatan menuai banyak kecaman dari masyarakatnya sendiri. Padahal, Korea Selatan dinilai oleh sejumlah negara sebagai negara yang patut dicontoh soal upaya dan sejumlah aturan yang diterapkan dalam menangani pandemi Covid-19.

    Dilansir CNN Indonesia, kali ini, Korea Selatan membuat beberapa aturan baru, salah satunya ialah lagu Gangnam Style yang dibawakan oleh PSY yang akan dihapus dalam playlist gym di Seoul, Korea Selatan.

    Pasalnya, lagu Gangnam Style ini memiliki tempo yang cukup tinggi yaitu 132 ketukan per menit atau 132 bpm. Pemerintah menganggap lagu dengan tempo serupa akan membuat para pengguna gym bersemangat, kemudian napasnya akan menjadi lebih cepat, dan akhirnya berpotensi untuk memercikkan keringat pada orang lain.

    Bersyukurlah wahai BTS ARMY, karena lagu Dynamite dan Butter masih bisa diputar di gym karena memiliki tempo 114 bpm dan 110 bpm.

    Melansir Korea Herald, Korea Selatan juga diketahui mulai memperketat aturan lainnya di Seoul, Incheon, dan Gyeonggi dengan aturan social distancing, pertemuan tidak boleh melebihi lima orang, hingga memperpendek jam operasional toko. Pasalnya, pelanggar akan dikenakan denda sebesar 100.000 won atau setara dengan Rp1,2 jutaan.

    Tak berhenti sampai di situ, pengguna gym pun dibatasi, tidak diperbolehkan lagi untuk mandi di gym, hingga penggunaan treadmill juga dibatasi dengan kecepatan maksimal yaitu 6 kilometer per jam. Seluruh aturan tersebut baru saja ditetapkan pada Senin (12/7/2021) lalu.

    Tak sedikit juga masyarakat yang merasa aturan tersebut tidak relevan, seperti misalnya salah satu pemilik gym mengeluh karena harus memikirkan tempo pada setiap lagu yang akan diputarnya. Selain itu, masyarakat juga khawatir jika nantinya kecepatan jalan atau lari di luar juga akan dibatasi.

    Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Son Young-rae, pun menjelaskan maksud dari aturan-aturan tersebut, "Ketika berlari lebih cepat, anda bisa mengeluarkan droplet lebih banyak. Sehingga, kami mencoba membatasi latihan kardio yang berat," tutur Son Young-rae.

    Standar 120 bpm tersebut juga dikatakan menjadi pengalihan dari latihan aerobik berat di klub kebugaran menjadi lebih santai. Hal ini lagi-lagi diterapkan karena memiliki keterkaitan dengan varian Delta yang disebut-sebut sangat mudah menular dan dapat menyebar hanya dengan berpapasan saja.

    Editor Team

    COMMENT