Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Oct 18 2022

    Luhut Targetkan Pendapatan Orang Indonesia Tembus Rp 150 Juta di 2030

    Menuju Indonesia sejahtera nih, Kawula Muda

    Mata uang Republik Indonesia, Rupiah. (PERURI)


    Pemerintah rupanya memiliki target yang cukup ambisius dalam sektor ekonomi bagi masyarakat Indonesia. Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi mengatakan bahwa pemerintah menargetkan pendapatan per kapita RI bisa mencapai Rp 150 juta di 2030 mendatang.

    Indonesia sendiri kini termasuk ke dalam negara yang diklasifikasikan sebagai Upper Middle Income atau negara dengan pendapatan menengah ke atas. Hal ini dikarenakan pendapatan per kapita Indonesia yang berada pada angka 4.200 dolar AS. 

    "Pendapatan per kapita kita saat ini US$ 4.200, itu adalah status kita saat ini. Tapi, target kami kemudian adalah 2030 kami bisa mengerek pendapatan per kapita, mungkin menjadi sekitar US$ 10.000," ungkap Luhut dalam SOE International Conference di Bali Nusa Dua Convention Center, Senin (17/10/2022).

    Pendapatan per kapita sendiri merupakan ukuran jumlah uang yang diperoleh per orang di suatu negara atau wilayah geografis. Status dari tiap negara berdasarkan pendapatan per kapitanya sendiri ditentukan oleh World Bank. World Bank membagi klasifikasi status tiap negara ke dalam 4 kategori. Ke empat kategori tersebut adalah Low Income dengan pendapatan di level 1.046 dolar AS, Lower Middle Income di level 1.046 - 4.095 dolar AS, Upper Middle Income di level 4.095 - 12.695 dolar AS, dan High Income di level lebih dari 12.695 dolar AS.

    Pendapatan Indonesia Terus Meningkat

    Indonesia sempat tergolong ke dalam kategori Lower Middle Income. Dikutip dari Kontan, Indonesia sempat mengalami penurunan kelas yang disebabkan Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia tahun 2020 turun ke angka 3.870 dolar AS yang mana sebelumnya GNI per kapita di tahun 2019 sebesar 4.050 dolar AS.

    Kini, ekonomi Indonesia mengalami lonjakan dan kembali berhasil kembali masuk ke dalam kategori jajaran negara Upper Middle Income. Seperti yang dipaparkan oleh Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

    Melalui unggahan di akun Instagramnya, terdapat tulisan berbunyi, “RI masuk negara pendapatan menengah atas." Dalam keterangan ia juga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 lalu mencapai 3,7 persen year on year yang mana angka ini telah berhasil melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19.


    Dengan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Airlangga juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat pada 2021 diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp 16.970,8 triliun dan PDB per kapita yang mencapai 4.349,5 dolar AS atau setara dengan Rp 62,2 juta.

    Realisasi pertumbuhan ekonomi 2021 itu juga lebih tinggi daripada PDB sebelum pandemi, yaitu 59,3 juta pada 2019 menurut pernyataan Airlangga Hartarto.

    “Pencapaian tersebut tentu merupakan pondasi yang penting untuk pemulihan ekonomi, dan kita perlu terus melakukan reformasi struktural agar kita bisa keluar dari jebakan middle income trap di tahun 2035," tukas Airlangga dalam Law & Regulation Outlook 2022 yang digelar secara virtual, Rabu (16/2/2022).

    Editor Team

    COMMENT