Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jun 05 2020

    Meghan Markle: Diam Itu Salah!

    Kawula Muda, Meghan Markle akhirnya buka suara soal kasus rasialis yang kini tengah terjadi di Amerika Serikat.

    , Meghan Markle akhirnya buka suara soal kasus rasialis (INSTAGRAM/@sussexroyal)

    Meghan Markle (38) akhirnya angkat bicara seputar kasus meninggalnya George Floyd karena tindakan semena-mena aparat kepolisian pada 25 Mei 2020, yang menimbulkan protes besar-besaran di segala penjuru Amerika Serikat.

    Meghan mengatakan bahwa sikap diam justru menjadi sebuah pilihan yang salah di tengah pandemi rasisme yang menimpa negaranya.

    Meghan menumpahkan seluruh isi hatinya dalam video berdurasi 5 menit 53 detik yang dibuat untuk merayakan kelulusan Immaculate Heart High School, Los Angeles, Rabu (4/6/2020).

    Dalam video untuk almamaternya itu, istri dari Pangeran Harry tersebut mengatakan bahwa apa yang terjadi di negara dan kampung halamannya, Los Angeles, sangat mengerikan.

    “Saya sadar satu hal yang salah untuk dikatakan yakni tidak mengatakan apa-apa. Hidup George Floyd penting, hidup Breonna Taylor penting, dan hidup Philando Castile penting, hidup Tamir Rice juga penting, dan begitu juga hidup banyak orang lainnya yang namanya kita kenal dan tidak. Stephon Clark, hidupnya juga penting,” ucap Meghan.

    “Hal pertama yang ingin saya katakan untuk kalian semua adalah saya minta maaf. Saya minta maaf karena kalian harus tumbuh di dunia di mana ini masih terjadi,” kata Meghan melanjutkan

    Dalam kesempatan itu, ibu satu anak ini menceritakan tentang kenangannnya pada kerusuhan di Los Angeles (1992). Situasi yang terjadi karena tindakan rasisme brutal yang dilakukan polisi LAPD hingga menewaskan pekerja konstruksi Rodney King.

    “Saya ingat jam malam dan saya harus bergegas kembali ke rumah, dan dalam perjalanan pulang, saya melihat abu berterbangan, bau asap, dan asap-asap mengepul dari gedung-gedung. Orang-orang keluar dari dalam gedung membawa tas dan hasil jarahan,” kenang Meghan.

    “Saya melihat beberapa orang di belakang mobil van membawa senjata dan senapan. Saya ingat ketika sampai di rumah dan melihat pohon yang biasanya ada di tempatnya, hangus berantakan. Seluruh memori itu belum terhapus,” kenang perempuan yang pernah .

    Di ujung pesannya, Meghan meminta para lulusan sekolah wanita tempat dulunya dia menimba ilmu itu dapat bijak menghadapi tantangan di depan.

    Dia mengingatkan agar mereka yang lulus dan sudah berusia 18 tahun untuk bisa bertindak tepat, kerena mereka akan memiliki hak untuk memilih, terutama pemilihan senat dan presiden pada 3 November 2020.

    Editor Team

    COMMENT