Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Mar 09 2021

    Mengenal Marko Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Ikut Andil dalam Pembuatan Roket NASA

    Kawula Muda, Marko juga berencana ikut andil dalam pembuatan roket NASA untuk ke Mars nanti loh!

    Marko Djuliarso (VOA Indonesia)

    Bukan rahasia umum bahwa National Aeronautics and Space Administration (NASA) tengah memiliki misi mengirim astronot ke Bulan pada 2024.

    Berbagai persiapan dalam mewujudkan misi itu pun tengah dilakukan oleh NASA, seperti pelatihan dan pembekalan astronot, penelitian melalui satelit, sampai pembuatan roket khusus.

    Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Insinyur Boeing di New Orleans asal Indonesia, Marko Djuliarso, ternyata ikut andil dalam pembuatan roket ini.

    Roket yang akan dibuat untuk misi NASA ke Bulan adalah roket Space Launch System (SLS) yang disebut sebagai roket  terkuat NASA karena akan membawa muatan yang cukup banyak selama seminggu untuk misi tersebut.

    Marko mengatakan bahwa misi pertama masih berfokus kepada Bulan namun juga berencana mencapai Mars dan planet lain.

    Melalui wawancaranya dengan VOA Indonesia, Marko menceritakan bahwa untuk mendapatkan kesempatan ini adalah hal yang tidak mudah. Ia merasa beruntung dapat turut berperan dalam pembuatan roket untuk NASA.

    Marko memiliki gelar pendidikan dari Universitas Tennessee, Universitas Teknologi Nanyang Singapura, dan Universitas Southern California.

    “Bapak saya nganjurin ambil aja nih industrial engineering atau teknik industri. Sebagai anak yang baik, saya ikuti saja,” ujar Marko dikutip VOA.

    Marko juga menceritakan bahwa dia tidak pernah bercita-cita untuk berkarier ke roket terutama aerospace. Saat krisis ekonomi AS pada 2008, Marko terpaksa kehilangan pekerjaan dan membuatnya harus melamar ke lebih dari 100 perusahaan dalam waktu enam bulan sampai akhirnya bekerja di  perusahaan Boeing pada 2009.

    Selama di Boeing, ia terlibat dalam beberapa proyek pesawat komersial seperti Boeing 787 dan Boeing 777.

    Latar belakang dan pengalaman yang Marko miliki akhirnya membuatnya dipercaya untuk mendapatkan peran dalam proyek pembuatan roket NASA.

    Dalam proyek pembuatan roket ini, Marko berperan untuk penjadwalan, biaya, kualitas, serta analisis data.

    Editor Team

    COMMENT