Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Jan 23 2023

    Orang Tua Murid Paksa Potong Rambut Guru karena Anaknya kena Razia

    Padahal 'kan udah peraturan sekolah biar murid tertib.

    Ilustrasi razia rambut sekolah (UNSPLASH)


    Banyak sekolah yang menertibkan aturan kepada tiap siswa-siswi seperti pemakaian seragam hingga peraturan tentang rambut yang panjang untuk para siswa.

    Biasanya, jika rambut siswa sudah panjang, guru akan mengingatkan untuk menggunting rambut mereka. Tapi, masih ada saja yang tidak melakukan perintah tersebut dan mengabaikannya. Maka dari itu, guru akan bertindak tegas dengan merazia rambut siswa.

    Sama halnya dengan kejadian yang terjadi di SD Negeri 13 Paguyaman, Gorontalo. Dilansir, dari Merdeka, Jumat (20/01/2023), sayangnya razia itu malah membuat orang tua siswa yang anaknya terkena razia, kesal dan melakukan balas dendam.

    Guru yang melakukan razia, Ulan Hadji, terkena balasan atas kejadian yang menimpa anak muridnya. Kepalanya tampak plontos sebagian akibat perlakuan balas dendam.

    Razia rambutSeorang guru dipaksa potong rambut oleh orang tua murid sekolah usai anaknya kena razia rambut (FACEBOOK/Insan Dai)

     

    Berita tersebut berawal dari akun Facebook bernama Insan Dai. Dia menjelaskan kronologi kejadian pemotongan paksa rambut guru yang dilakukan kepadanya.

    Melihat peristiwa itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Ariyanton angkat bicara.

    Dia mengatakan, pihaknya telah menegur orang tua siswa dan mengatakan tindakan yang dilakukan itu sudah melampaui batas dan melecehkan martabat guru.

    "Orang tua siswa menyesali dan minta maaf kepada semua pihak terutama guru karena dikuasai emosi sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan," terang Ariyanton, melansir laman Kompas.

    Dia mengatakan, sang guru dan orang tua siswa telah saling mengakui kekeliruan mereka.

    Duh, ada-ada saja, yaa Kawula Muda.

    Editor Team

    COMMENT