Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Nov 22 2021

    Pemerintah Gulirkan Vaksin Booster Awal 2022, Berapa Kisaran Harganya?

    Kawula Muda, udah siap dapet vaksin dosis ketiga belum, nih?

    Warga mengikuti vaksinasi keliling Covid-19. (KOMPAS.COM/KRISTANTO)

    Kawula Muda, vaksin booster atau dosis ketiga Covid-19 dicanangkan akan mulai bergulir pada 2022. Namun, perlu dicatat bahwa pemerintah kali ini tidak akan memberikan vaksin secara cuma-cuma untuk kalangan tertentu.

    Meskipun harga vaksin booster belum ditetapkan pemerintah, melansir Kontan.co.id, Kepala Bagian Operasional Pelayanan PT Bio Farma Erwin Setiawan menjelaskan dalam diskusi virtual pada Kamis (18/11/2021) bahwa harga vaksin dosis ketiga akan mendapat dampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

    Sementara itu, ia juga menambahkan bahwa harga vaksin booster tentunya tak akan beda jauh dari harga vaksinasi gotong royong yaitu sekitar Rp188.000, dengan jasa layanan berkisar Rp117.000. Jika ditotal, harga vaksin per suntikkan memakan harga Rp305.000.

    Di kesempatan yang lain, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pada rapat bersama Komisi XI DPR RI mengenai vaksin booster tahun 2022 mendatang.

    Pemerintah disebut-sebut akan memberi kebebasan untuk masyarakat memilih jenis vaksin manakah yang ingin disuntikkan. Mengutip dari Grid.id, harga vaksinasi Covid-19 Moderna di Amerika Serikat dibanderol dengan harga US$15 atau setara dengan Rp214.000 per dosis.

    vaksin astrazenecaIlustrasi vaksin AstraZeneca (UNSPLASH)

     

    Berbeda dengan Pfizer yang dibanderol dengan harga US$19,5 atau setara dengan Rp278.000.

    Sedangkan, harga satu dosis AstraZeneca bervariasi di beberapa negara. Harganya pun berkisar antara US$2,19 (Rp31.000) hingga US$13,27 (Rp189.000) per dosis.

    Di Indonesia, harga vaksin Sinopharm dan Sinovac telah ditentukan terlebih dahulu. Dalam program Vaksin Gotong Royong, Sinopharm dibanderol dengan harga Rp321.660. Sejak 24 Agustus 2021 lalu, pemerintah juga telah menurunkan harga Sinopharm menjadi Rp188.000 per dosis.

    Sementara itu, hasil rapat bersama Budi Gunadi dengan Komisi IX DPR RI pada 8 April 2021, harga Sinovac dibanderol dengan harga US$6 atau setara dengan Rp85.000 per dosis.

    Namun, program vaksin booster tersebut akan dimulai jika 50 persen dari penduduk seluruh negara telah menerima dua dosis vaksinasi Covid-19.

    Per Senin (21/11/2021), melansir data Kementerian Kesehatan RI, setidaknya sebanyak 89.220.341 (42,84%) penduduk Indonesia telah menerima dosis kedua vaksin Covid-19. 

    Semoga bisa segera mencapai target, ya, Kawula Muda!

    Editor Team

    COMMENT