Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Oct 17 2022

    Pemkot Solok Bakal Beri Insentif Rp 1 Juta Bagi Warganya yang Mau Berhenti Merokok

    Hai Kawula Muda, mau coba berhenti merokok?

    Ilustrasi stop merokok. (FREEPIK)


    Berdasarkan survei sosial ekonomi yang dilakukan pada Maret 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat mengungkapkan bahwa rokok masih menjadi komoditas penyumbang kemiskinan terbesar kedua di wilayah tersebut.

    Mirisnya, itu terjadi baik di perkotaan maupun di pedesaan. Bahkan, dilaporkan di pedesaan prosentasenya lebih besar dari perkotaan.

    "Dari tahun ke tahun polanya masih sama, rokok tetap menjadi penyumbang kedua kemiskinan dengan andil 14,69 persen di perkotaan dan 17,03 persen di perdesaan," ungkap Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Sumbar, Krido Saptono.

    Ia juga menambahkan, fenomena ini disebabkan karena masih dijumpai masyarakat yang lebih memilih merokok ketimbang tidak makan.

    Karena itulah, ia menyampaikan salah satu tantangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama keluarga miskin adalah mengurangi konsumsi rokok.

    ROKOKIlustrasi orang merokok. (FREEPIK)

      

    Gerakan berhenti merokok

    Menanggapi fenomena tersebut, Pemkot Solok menggencarkan gerakan berhenti merokok. Salah satunya dengan memberikan uang insentif sebesar Rp 1 juta kepada warganya yang berhasil meninggalkan kebiasaan merokok.

    Walikota Solok, Zul Elfian menjelaskan, Pemkot Solok setiap tahunnya akan menyiapkan insentif bagi 20 orang yang siap untuk berhenti merokok.

    Nantinya, Pemkot Solok akan menugaskan sejumlah kader kesehatan untuk mengajak warga agar berhenti merokok sekaligus menyosialisasikan program Pemkot Solok tersebut.

    Bagi warga yang bersedia, akan diberi waktu selama tiga bulan untuk membuktikan bahwa dia telah berhasil berhenti merokok. Warga itu pun akan dicek di balai kesehatan setempat untuk mengetahui kadar nikotin di dalam tubuhnya.

    "Setelah tiga bulan, akan diketahui masih ada kandungan nikotin di tubuhnya (atau tidak), dan jika dari hasil pemeriksaan tidak ada maka berhak mendapatkan insentif Rp 1 juta," ucap Zul. 

    Tak hanya dapat uang, Wali Kota Solok ini mengklaim bila warga berhenti merokok maka tubuh akan lebih sehat. Selain itu, keluarga tak jadi lagi jadi perokok pasif, dan bisa meningkatkan gizi keluarga.

    "Maka, dengan berhenti merokok, yang bersangkutan diberi Rp 1 juta dan bisa hemat Rp 400.000 dari uang buat beli rokok yang bisa dipakai untuk membeli kebutuhan lain," pungkas Zul.

    Nah Kawula Muda, meski niat berhenti merokok sebaiknya datang dari diri sendiri, tapi kalau diberi imbalan bisa dong dijadikan tambahan motivasi?

    Editor Team

    COMMENT