Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Jul 06 2021

    Pesawat Militer Filipina Sempat Mantul Dua Rumah Sebelum Jatuh dan Terbakar

    Katanya ini kecelakaan militer terburuk di Filipina dalam hampir 30 tahun terakhir, Kawula Muda

    Lokasi jatuhnya Pesawat Angkatan Udara C-130. (Dok. SATUAN TUGAS GABUNGAN SULU)

    Pesawat Angkatan Udara milik Filipina gagal mendarat di Bandara Jolo, Filipina, Minggu (4/7/2021) lalu.

    Dilansir dari Reuters, pesawat yang diketahui membawa prajurit muda itu melewati landas pacu yang terbentang sepanjang 1.200 meter.

    Akibatnya, pesawat Lockheed C-130 itu pun tak mendapatkan daya serta ketinggian yang cukup untuk terbang. Tak lama kemudian, pesawat jatuh dan menabrak dua rumah warga secara berurutan hingga akhirnya terbakar di daerah Patikul.

    Kejadian itu disaksikan langsung oleh Agga Ahaddi, seorang kerabat dari tiga warga sipil yang tewas.

    Padahal, pesawat itu dinyatakan dalam kondisi sangat baik dan memiliki 11.000 jam terbang tersisa, sebelum waktu pemeliharaan berikutnya dijadwalkan, seperti yang diungkap oleh juru bicara militer, Kolonel Edgard Arevalo.

    Pesawat hibahan dari Amerika Serikat itu diketahui pertama kali terbang pada tahun 1988. Lima tahun setelahnya, pesawat Lockheed C-130 mengakibatkan kecelakaan yang menewaskan setidaknya 30 penumpang.

    Kali ini, pesawat yang membawa 92 penumpang itu dilaporkan pada Senin (5/7/2021) telah menewaskan 52 penumpang. Di mana tiga di antaranya merupakan warga sipil, 48 tentara, dan satu pilot yang berpengalaman menerbangkan pesawat Lockheed C-130.

    Pagi ini, Reuters akhirnya mendapatkan kabar dari Kepala Militer Cirilito Sobejana bahwa black box atau kotak hitam dari pesawat Angkatan Udara itu telah ditemukan dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut.

    Sobejana mengatakan bahwa ada laporan sebelumnya dari saksi bahwa beberapa tentara telah mencoba melompat ke tempat yang aman sebelum pesawat menabrak tanah, namun karena bagian depan pesawat terbelah, beberapa tentara itu gagal untuk melarikan diri.

    Editor Team

    COMMENT