Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jun 21 2022

    Polusi Udara Jakarta, Menurunkan Harapan Hidup Warganya Hingga 4 Tahun

    Hai Kawula Muda, udara jakarta sedang tidak baik-baik saja.

    Ilustrasi tempat yang berpolusi. (FREEPIK)


    Baru-baru ini Energy Policy Institute at the University of Chicago (EPIC) merilis laporan tentang indeks kehidupan kualitas udara atau Air Quality Life Index (AQLI).

    Dalam laporan tersebut muncul data mengkhawatirkan di mana penduduk yang berada di Jakarta diperkirakan kehilangan harapan hidup rata-rata 3-4 tahun akibat polusi udara.

    Dikutip dari laporan AQLI, Minggu (19/6/2022), "Penduduk yang tinggal di bagian paling tercemar di Asia Tenggara di wilayah sekitar kota Mandalay, Hanoi, dan Jakarta diperkirakan akan kehilangan harapan hidup rata-rata tiga hingga empat tahun".

    Laporan ini tidak hanya berlaku untuk Jakarta, keseluruhan pulau Jawa menjadi sorotan lantaran menjadi pusat industri di Indonesia.

    Kondisi udara Jakarta yang tertutup polusiKondisi udara Jakarta yang tertutup polusi (MEDIAINDONESIA/Briyanbodo Hendro)

     

    Saat tahun pertama Covid-19 melanda, wilayah sekitar Jakarta seperti Depok, Bogor, Bekasi dan Tangerang mengalami penurunan tingkat polusi sebesar 16 persen. Namun, penurunan tersebut hanya bisa menekan tingkat polusi menjadi 30,1 mikrogram per meter kubik dan jauh dari standar WHO yaitu 5 mikrogram per meter kubik.

    Nilai ini merupakan standar terbaru dari WHO setelah merevisi dari tingkat aman paparan polusi sebelumnya yaitu 10 mikrogram per meter kubik.

    Perubahan standar WHO ini menjadikan sebagian besar wilayah di dunia berada dalam zona tidak aman.

    "Pedoman baru tersebut membawa sebagian besar dunia atau 97,3 persen global populasi ke dalam zona tidak aman," tulis laporan AQLI.

    Dalam laporan AQLI disebutkan juga, hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dianggap memiliki tingkat polusi yang tidak aman, dengan polusi yang meningkat dalam satu tahun sebanyak 24 persen di beberapa wilayah.

    Tampaknya, pandemi Covid-19 yang mengharuskan orang untuk stay home dan WFH tidak menyurutkan polusi partikular rata-rata tahunan global (PM2.5).

    Editor Team

    COMMENT