Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jun 10 2021

    Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Pria Tak Dikenal

    Kawula Muda, sudah lihat belum kasus penamparan Presiden Prancis Emmanuel Macron?

    Presiden Prancis Emmanuel Macron. (GETTY IMAGES)

    Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ditampar oleh seorang pria saat dirinya sedang mengunjungi Tain-l'Hermitage, pinggiran kota Valence, bagian tenggara Prancis. Macron diketahui bertemu dengan pemilik restoran dan siswa, untuk berbicara tentang kehidupan normal setelah pandemi.

    Saat berjalan menuju kerumunan simpatisan yang terhalang oleh pagar, Macron ikut mengulurkan tangan dan menyapa simpatisan.

    Dilansir dari BBC, seorang pria tiba-tiba berteriak "Montjoie, Saint-Denis" dan menampar Macron. Diketahui, seruan itu merupakan seruan perang tentara Prancis ketika negara masih di bawah sistem pemerintahan monarki.

    Tak hanya itu, pria itu juga menyerukan kata-kata "A Bas La Macronie" (Ganyang Macronia).

    Para pengawal kemudian dengan sigap mengamankan pelaku yang kemudian diketahui bernama Damien Tarel (28 tahun). Sebuah sumber mengatakan bahwa Tarel adalah seorang gamer yang culun. Meski begitu, polisi diketahui masih menahan Tarel dengan seorang pria lainnya pada Rabu (09/06/2021).

    Dari kasus ini, Tarel terancam mendapatkan hukuman atas tuduhan penyerangan terhadap pejabat publik. Hukuman yang dijatuhkan pun maksimal tiga tahun penjara, dengan denda 45 ribu euro.

    Berdasarkan hasil identifikasi, Tarel mengelola klub lokal praktik seni bela diri Eropa bersejarah. Tarel juga diketahui mendirikan klub permainan papan yang disebut "The Knights of the Square Table".

    Dilansir dari Reuters, seorang teman Tarel, Aurlien Laniece tidak menyangka bahwa Tarel mengikuti kelompok sayap kanan dan monarki di media sosial. Ia mengenal Tarel sebagai orang baik yang selalu membantu tetangga. Tarel juga rajin menyemangati orang lain.

    Wah, momen yang sangat menegangkan ya, Kawula Muda!

    Editor Team

    COMMENT