Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    May 21 2021

    Program "Work From Bali" di Tengah Pandemi Tuai Kritik Keras!

    Kawula Muda, kalau lo setuju ga sih sama wacana Work From Bali ini?

    Luhut Binsar Pandjaitan (Suara Surabaya)

    Ajakan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan untuk Work From Bali tuai kritik pedas dari berbagai pihak karena dinilai tidak memperhatikan bahaya penyebaran Covid-19.

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa program Work From Bali tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengajak masyarakat kerja di rumah dan menekan penyebaran Covid-19.

    “Wacana pegawai Work From Bali ini tidak sejalan dengan upaya pemerintah lakukan WFH demi kurangi penyebaran Covid-19, dan optimalkan digitalisasi di tempat kerja. Kan yang semangat pegawai bisa lakukan WFH dari awal pemerintah juga, rapat bisa pakai zoom,” ujar Bhima dilansir dari detikcom.

    Kepada detikcom, Bhima juga mengatakan bahwa wacana tersebut dinilai hanya membuang anggaran yang seharusnya dapat dialokasikan menjadi anggaran belanja kesehatan dan perlindungan sosial daripada untuk perjalanan dinas pegawai kementerian.

    Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal juga angkat suara terhadap wacana ini.

    "Catatan dari saya, perlu berhati-hati soal dampaknya terhadap penyebaran pandemi. Terutama kalau yang datang berasal dari daerah-daerah yang tingkat pandemi masih tinggi, atau justru terjangkit dalam perjalanan ke Bali," kata Faisal kepada detikcom, Rabu (19/5/2021).

    Faisal juga mengajak Indonesia berkaca kepada negara Seychelles dalam menangani pandemi Covid-19. Pemerintah diminta berhati-hati dalam membuka akses besar-besaran ke Bali.

    "Sudah ada contoh negara lain, Seychelles yang juga bergantung pada sektor pariwisata, dan karena Covid ekonominya mengalami kontraksi dalam. Lalu pemerintahnya mengejar vaksinasi hingga mencapai 70% dari total penduduk untuk kemudian bisa membuka kembali bisnis pariwisatanya untuk wisatawan," kata Faisal kepada detikcom.

    Editor Team

    COMMENT