Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Feb 11 2022

    Ratusan Pemuda Bakar Ban dan Blokir Jalan di Sirkuit Mandalika

    Ada apa yaa, Kawula Muda?

    Ilustrasi penjaga keamanan sedang bertugas. (FREEPIK)

    Sekitar ratusan pemuda melakukan aksi protes di depan jalan Sirkuit Mandalika, Lombok. Mereka memblokir jalan dan melakukan aksi bakar ban.

    Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap PT Indonesia Tourism Development Corporation (TDC) dan Mandalika Grand Pix Association (MGPA). Diketahui, para pemuda protes akibat tidak dilibatkan dalam ajang MotoGP Mandalika.

    Sirkuit MotoGPSalah satu sudut sirkuit MotoGP Mandalika 2022 (INSTAGRAM/motogp.mandalika)

     

    "Kami akan tetap melakukan proses, kalau kami tidak dilibatkan dalam ajang MotoGP Mandalika ini," ujar seseorang dalam aksinya di Praya, Selasa (08/02/2022) mengutip dari Detik.

    Ratusan orang ini adalah pemuda dari Karang Taruna Indonesia Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Kelompok tersebut sebenarnya sudah mengatakan bahwa beberapa warga sekitar telah direkrut menjadi marshall. Namun tetap para pemuda merasa pihak MGPA dan ITDC seharusnya melibatkan lebih banyak lagi pemuda asal Lombok.

    Ketua Karang Taruna Desa Vena Supriadi mengatakan, para marshall yang bekerja di MotoGP hanya diberikan gaji Rp 400 ribu dan bekerja selama dua minggu.

    "Artinya masih banyak peluang warga lokal untuk bisa diberdayakan dalam ajang MotoGP ini. Kami banyak kemampuan, tapi tidak diberikan kesempatan untuk bekerja," ujarnya.

    Atas kejadian tersebut, pihak ITDC melakukan diskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mereka juga mengatakan menerima aspirasi aksi dari para pemuda.

    "Kami akan diskusikan dengan pihak terkait apa yang menjadi aspirasi pemuda ini," ujar Managing Direktur PT ITDC Bram Subiandoro.

    Aksi protes yang dilakukan pemuda seperti bakar ban dan blokir jalan terjadi selama 24 jam. Kabarnya, para riders MotoGP telah sampai di Mandalika setelah kejadian tersebut.

    Editor Team

    COMMENT