Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 29 2021

    Ribuan Penerbangan Batal Akibat Penyebaran Omicron

    Kawula Muda, banyak bandara yang melaporkan pembatalan ribuan penerbangan menjelang liburan tahun ini.

    Ilustrasi penerbangan batal. (Unsplash/Narvikk)

    Maskapai penerbangan di Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menunda ribuan penerbangan pada musim liburan Natal dan Tahun Baru. Hal ini dilakukan setelah gelombang keluhan staf dan kru pesawat yang sakit di tengah gelombang Omicron. 

    Dalam data terbaru FlightAware, lebih dari 1.200 penerbangan AS dibatalkan dan lebih dari 5.000 penerbangan ditunda pada Minggu (26/12/2021). 

    United Airlines mengatakan pekan lalu harus “membatalkan beberapa penerbangan” karena Omicron. Bahkan, pihak maskapai itu menyebut telah membatalkan 201 penerbangan pada Jumat lalu. 

    “Kami mohon maaf atas gangguan ini dan sedang bekerja keras untuk memesan ulang sebanyak mungkin orang dan membawa mereka dalam perjalanan untuk liburan,” tulis memo maskapai itu, Senin (27/12/2021) yang dikutip dari CNBC

    Delta Air Lines juga melakukan hal yang sama. Maskapai ini membatalkan 173 penerbangan pada malam Natal. Delta mengatakan pembatalan itu karena beberapa masalah termasuk varian Omicron. 

    “Kami meminta maaf kepada pelanggan kami atas keterlambatan rencana perjalanan liburan mereka,” tutur pihak Delta dalam sebuah pernyataan. 

    Selain meminta maaf, pihak Delta mencoba untuk langsung membawa penumpang ke tempat tujuan secepat dan seaman mungkin pada penerbangan berikutnya. 

    Kemudian, JetBlue (JBLU) juga membatalkan 80 penerbangan atau sekitar 7 persen dari jadwal keseluruhan, pada hari sebelum Natal. Alaska Airlines juga melakukan langkah sama dengan membatalkan 17 penerbangan karena Omicron. 

    Sementara itu, penasehat Gedung Putih Dr Anthony Fauci sudah menghimbau agar masyarakat AS tidak melakukan perjalanan dalam sesi liburan tahun ini. 

    Himbauan tersebut dikarenakan Omicron telah menjadi salah satu varian paling berbahaya yang dapat menaikan angka infeksi Covid-19 di negara itu.

    Editor Team

    COMMENT