Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    May 31 2020

    Salah Langkah Hormati Floyd, Madonna Diserang Netizen

    Kawula Muda, Madonna diserang sama netizen gara-gara memberikan penghormatan kepada George Floyd. Kok bisa?

    Penyanyi AS, Madonna. (INSTAGRAM/MADONNA)

    Bermaksud ikut mengecam tragedi pembunuhan George Floyd, penyanyi Madonna justru dianggap salah langkah.

    Lewat unggahan di Twitter @Madonna, sang diva membagikan video anaknya, David Banda, menari dengan iringan lagu Michael Jackson They Don't Care About Us, Jumat (29/5/2020).

    “Pembunuh brutal ada di seluruh dunia. Anak saya akan menyajikan David Dances untuk menghargai dan menghormati George dan keluarganya, dan semua rasisme dan diskriminasi yang terjadi tiap hari di Amerika,” tulis Madonna diiringi hastag #davidbanda #JusticeforGeorgeFloyd #MichaelJackson.

    Dalam video tersebut, anak yang diadopsi Madonna pada 2006 itu meniru gaya Michael Jackson saat menari di ruangan dapur.

    Dimulai dari penggalan lirik All I wanna say is that they don't really care about us | Beat me, hate me, you can never break me | Will me, thrill me, you can never kill me | Jew me, sue me, everybody do me | Kick me, kike me, don't you black or white me, Banda melakukan gerakan tari dalam video berdurasi 2 menit 20 detik.

    Video yang sudah ditonton jutaan orang itu langsung mendapat kritikan dari netizen. Gaya penghormatan Madonna dianggap salah tempat.

    “Tidak ada yang meminta Madonna mencemaskan situasi ini. Tanpa jiwa. Kesalahan public figure yang banyak kita jumpai bulan ini,” kata April Reign, kreator hastag #OscarsSoWhite dalam kritiknya.

    Kritik serupa dilontarkan Rex Chapman di akun @RexChapman yang menilai cara ini terbilang aneh. “Mungkin ini tweet terburuk sepanjang masa. ‘Ayo dansa di dapur untuk rasisme’ adalah cara yang aneh. Untuk Michael Jackson? Dan hal lainnya,” tulisnya.

    Penulis naskah TV, Akilah Green, bahkan menyebut video ini “jauh lebih buruk” dari iklan Pepsi, yang dibuat pada 2017. Mereka menggunakan tema demo untuk memasarkan produk minuman ringan.

    Selain kritik, komentar-komentar lucu banyak dilontarkan para netizen. Namun, ada juga para penggemar yang tetap menghargai usaha penyanyi berusia 61 tahun itu.

    Floyd menjadi korban kekerasan polisi bernama Derek Chauvin pada Senin (25/5/2020). Floyd, yang ditangkap karena diduga melakukan transaksi uang palsu senilai 20 dolar AS, dibawa ke pinggir jalan dan dijatuhkan dalam keadaan terborgol.

    Chauvin lalu menekan leher Floyd dengan lutut. Floyd sempat merintih kesakitan dan kesulitan bernapas serta meminta tolong, tetapi diabaikan sang petugas. Floyd akhirnya meninggal.

    Editor Team

    COMMENT