Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Aug 13 2021

    Satu Keluarga Meninggal Akibat Covid-19, Rupanya Terpengaruh Hoaks Vaksin yang Membahayakan

    Kawula Muda, siapa nih keluarga lo yang suka kemakan hoax grup WA?

    Shaul dan Francis, anggota keluarga yang termakan hoaks antivaksin. (Dok. HANDOUT)

    Menggunakan media sosial dengan baik tentunya akan memberikan dampak yang baik juga untuk lingkungan sekitar. Namun, jangan sampai kamu mudah percaya dengan konspirasi-konspirasi menyesatkan di media sosial yang bisa merugikan nyawa kamu, teman, hingga keluarga.

    Seorang ibu bernama Charmagne (65), ayah bernama Basil (73), dan seorang anak dengan nama Shaul Goncalves (40) merupakan satu keluarga, yang tinggal di Portugal, rupanya menjadi salah tiga korban dari hoaks antivaksin. Hanya dalam waktu seminggu, ketiganya tak berhasil melawan Covid-19 akibat enggan menerima vaksinasi Covid-19.

    Seperti yang kita ketahui, mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 tak akan menghalangi kita untuk terkena Covid-19. Namun, dampak yang ditimbulkan dari infeksi Covid-19 tentunya akan lebih ringan dibandingkan dengan orang yang belum divaksinasi.

    Melansir detikcom, satu-satunya anggota keluarga yang berhasil selamat dari Covid-19 adalah saudara dari Shaul bernama Francis yang tinggal di Cardiff. Ia kemudian menceritakan bagaimana kronologi keluarganya bisa terinfeksi Covid-19.

    Usut punya usut, rupanya satu keluarga itu ditakutkan dengan hoaks bahwa efek samping dari vaksinasi Covid-19 ini sangat membahayakan. Itulah mengapa mereka lebih memilih untuk menunda menerima vaksinasi Covid-19.

    data vaksinasiIlustrasi vaksinasi (UNSPLASH/MATNAPO)

     

    Suatu hari, sang ayah pergi ke rumah sakit untuk memeriksa batu ginjal yang tengah dialaminya. Menurut Francis, ini adalah awal mula bagaimana virus tersebut "hadir" di keluarga malang itu.

    "Pada Kamis (8 Juli) orang tua saya makan malam di apartemen saudara laki-laki saya, tempat ia tinggal bersama pacarnya, dan mereka mulai merasa gejala Covid-19 akhir pekan itu", kata Francis melansir Daily Star.

    Francis mengaku kesulitan untuk menghubungi keluarganya, hingga mendapati kabar bahwa ayahnya telah dilarikan ke ICU.

    Ia pun hendak terbang ke Portugal dengan harapan bisa menjenguk ayahnya. Tak disangka, saudara dan ibunya ikut terpapar Covid-19 hingga ikut dirawat di Rumah Sakit. Hanya dalam hitungan hari saja, ketiganya tak bisa diselamatkan dari virus jahat itu.

    Ketiganya akhirnya dimakamkan di Portugal pada 1 Agustus 2021 lalu.

    Francis bercerita bagaimana dirinya sangat terpukul dengan musibah yang dialami keluarganya. Tak hanya itu, ia juga menyesal karena mereka tak mendapatkan vaksinasi akibat narasi hoaks yang dipercayai ketiganya.

    Maka dari itu, Francis berpesan kepada seluruh masyarakat untuk segera menerima vaksinasi Covid-19. Menurutnya, hoaks yang mengklaim bahwa vaksinasi adalah upaya pemerintah untuk membahayakan masyarakatnya benar-benar tak masuk akal.

    "Pesan yang ingin saya sampaikan adalah mengapa kalian (antivaksin) berpikir pemerintah ingin menyakiti kamu dengan memberi kamu vaksin?" ujarnya.

    Francis menambahkan, "Apa tujuan di baliknya? Saya telah berbicara dengan begitu banyak orang yang takut dengan vaksin dan berakhir meninggal dunia tertular Covid-19."

    Omong-omong, kamu sudah divaksinasi belum, Kawula Muda?

    Editor Team

    COMMENT