Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Mar 14 2021

    Sinovac Akan Kedaluwarsa 25 Maret 2021, Pemerintah Percepat Vaksinasi Gelombang Satu

    Hai Kawula Muda, masa kedaluwarsa vaksin Sinovac akan segera habis.

    Vaksinasi Covid-19 tahap kedua dimulai hari ini, Rabu (17/2/2021). (INSTAGRAM/SEKRETARIAT KABINET)

    Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan pihaknya terus mendorong percepatan vaksinasi gelombang pertama. Hal ini dikarenakan kedaluwarsa vaksin Sinovac hanya berlaku selama enam bulan.

    Sebetulnya masa kedulawarsa di kemasan vaksin asal China itu adalah sampai 2023, namun dipercepat menjadi 25 Maret 2021. Percepatan itu ternyata wajar dilakukan untuk vaksin yang dikeluarkan melalui izin penggunaan darurat (EUA).

    Karenanya pemerintah harus benar-benar melakukan percepatan vaksinasi gelombang satu.

    “Kita tahu bahwa izin daripada penggunaan darurat ini adalah maksimum 6 bulan, sehingga memang kita harus mempercepat proses penyuntikan. Saat ini kita tahu sudah hampir 300.000 dosis per hari penyuntikannya,” ujar Nadia dalam agenda bincang sehat yang disiarkan melalui live Instagram @radiokesehatan, Jumat (12/3/2021).

    Dalam percepatan itu, Nadia mengaku masih ada beberapa hambatan. Salah satunya distribusi vaksin menuju sejumlah wilayah yang akses jalannya masih terbatas atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia.

    “Jadi dengan potensi terjadinya kadaluwarsa ini kita akan selalu mendorong, ini tantangan kita terutama di daerah yang terpencil, tertular, dan terdalam untuk masa penggunaanya cukup singkat,” ujar Nadia.

    Sebelumnya, pihak PT Bio Farma (Persero) menyatakan seluruh vaksin gelombang pertama yang masa kedaluwarsanya akan habis pada 25 Maret 2021 sudah didistribusikan awal Januari 2021.

    Sementara itu, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac, Kusnandi Rusmil, menjelaskan bahwa meski sudah habis masa kadaluwarsa, masih ada masa perpanjangan penggunaan vaksin. Hal itu sesuai aturan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    Namun demikian, ia menegaskan bahwa dampak penggunaan vaksin kadaluwarsa bisa mengurangi sensitivitas vaksin sehingga antibodi yang ditimbulkan dari vaksin menjadi rendah. Khusus Sinovac yang kadaluwarsa, tidak akan membentuk antibodi.

    Editor Team

    COMMENT