Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Dec 16 2021

    Termasuk Indonesia, Omicron Telah Menyebar di 90 Negara!

    Hai Kawula Muda, ayo terus taati prokes!

    Varian baru Omicron asal Afrika Selatan mulai menyebar. (NBC BOSTON)

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/12/2021) mengumumkan, telah ditemukan keberadaan virus Corona varian baru Omicron pada seorang pekerja kebersihan di RS Wisma Atlet, Jakarta.

    Selain itu, Kemenkes juga mendeteksi lima kasus probable (kemungkinan) terinfeksi varian Omicron dan kini semua tengah menjalani karantina.

    “Kemenkes juga mendeteksi 5 kasus probable Omicron. Jadi belum pasti Omicron, tapi karena kita melakukan tes PCR dengan spesifikasi khusus, kita mendeteksi ada 5 kasus probable Omicron,” jelas Budi Gunadi.

    Tak hanya itu, tak berselang lama setelah diumumkan kasus pertama varian Omicron, di Manado Sulawesi Utara, tiga orang WNA asal China berstatus probable Covid-19 varian baru tersebut.

    Ketiganya kini tengah menjalani isolasi terpusat di Rumah Sakit Lapangan Pemda Sulawesi Utara.

    Inggris kasus terbanyak

    COVID-19orang-orang pakai masker di tempat umum. (FREEPIK)

      

    Berdasarkan newsnodes.com, sudah ada 90 negara yang mengonfirmasi kasus varian Omicron. Total konfirmasi mencapai 21.301 dan kasus probable mencapai 79.030. Data yang dikumpulkan berasal dari laporan resmi pemerintah masing-masing negara.

    Menurut data tersebut, kasus konfirmasi terbanyak ada di Inggris yaitu 10.017 kasus. Diikuti oleh Denmark dengan 6.047 kasus, Norwegia 1.498 kasus, Afrika Selatan 1.000 kasus, Amerika Serikat 319 kasus, dan Kanada 276 kasus.

    Jumlah negara yang dicatat newnodes tentu jauh lebih banyak daripada yang tercatat di GISAID.  Lembaga independent yang  mencatat varian corona berdasarkan sequences itu baru menerima laporan dari 51 negara.

    Varian Omicron memang lebih cepat menular ketimbang varian delta. Beberapa laporan ahli menyatakan, Omicron 500 persen lebih menular dibanding varian Delta.

    Kabar baiknya, tidak seperti varian Delta, Omicron tidak menyebabkan gejala parah bagi orang yang mengidapnya.

    Meski demikian, jika jumlah kasus terjadi bersamaan dalam jumlah yang sangat banyak dan tak sebanding dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang ada, tentu akan menjadi kekhawatiran tersendiri.

    Karenanya, belajar dari gelombang varian Delta, mengantisipasi dan mencegah tentu akan menjadi langkah paling bijak melawan varian Omicron ini.

    Dan salah satu yang paling ampuh adalah dengan jangan lengah untuk terus menaati protokol Kesehatan. Antara lain dengan memakai masker dengan benar, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

    Editor Team

    COMMENT