Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Aug 18 2021

    Usai Gigit Emas Olimpiade, Wali Kota Nagoya Kena Sanksi Potong Gaji Rp 187,2 Juta

    Kawula Muda, semoga kejadian kayak begini enggak terulang ya!

    Wali Kota Nagoya gigit medali emas milik atlet sofbol (tribunnews.com)

    Nama Takashi Kawamura baru-baru ini ramai diperbincangkan karena ulahnya yang menggigit medali emas Olimpiade Tokyo 2020 milik seorang atlet sofbol putri asal Jepang, Miu Goto. 

    Alih-alih dipecat, aksinya itu berujung pada sanksi pemotongan gaji selama tiga bulan yang akan dimulai per September 2021. Takashi Kawamura mengaku bertanggung jawab dan siap menjalankan sanksi yang diberikan. Ia juga mengatakan masih ingin melayani rakyat Nagoya. 

    “Saya siap menjalankan sanksi itu. Saya bertanggung jawab,” ujar Takashi Kawamura.

    Dewan Kota Nagoya melakukan perhitungan untuk pemotongan gaji Takashi Kawamura. Selama tiga bulan itu, Kawamura akan kehilangan gaji hingga mencapai 1,5 juta yen atau setara dengan Rp 187,2 juta.

    Selain menggigit medali emas milik Miu Goto, Kawamura juga dituding melakukan perundungan kepada atlet sofbol tersebut melalui pertanyaannya.

    Apakah kamu dilarang memiliki hubungan yang romantis,” begitu kata Kawamura. 


    Perilaku Kawamura itu mengundang banyak komentar pedas dari netizen. Bahkan sebanyak 7,000 komplain di media sosial ditujukan untuk Kawamura. 

    Medali emas milik Miu Goto pun akhirnya diganti dengan yang baru dan biaya penggantian tersebut ditanggung oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Namun, hal itu juga belum mampu meredakan kekesalan netizen. 

    Perusahaan otomotif, Toyota juga ikut berkomentar lewat  media sosial. Toyota merupakan pemilik klub sofbol di Liga Sofbol Jepang, klub tempat Miu Goto bertanding. Pihaknya merasa bahwa tindakan yang dilakukan Kawamura itu tidak pada tempatnya.

    “Tindakan itu tidak pada tempatnya dan menunjukkan sikap kurang hormat,” bunyi pernyataan Toyota. 

    Editor Team

    COMMENT