Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 10 2020

    Usul Sutradara Cek Toko Sebelah, Ernest Prakasa, untuk Presiden Jokowi

    Kawula Muda, Ernest Prakasa selalu punya ide brilian.

    Komika, penulis, dan sutradara Indonesia, Ernest Prakasa. (INSTAGRAM/ERNEST PRAKASA)

    Ernest Prakasa menanggapi kehadiran vaksin virus corona (Covid-19) yang sudah diterima pemerintah Indonesia.

    Komika, penulis, dan sutradara asal Indonesia itu berterima kasih pada Presiden Joko Widodo dan memberikan usul agar lebih mengutamakan pihak yang mempercayai Covid-19 untuk diberikan vaksin.

    "Pak @jokowi, terimakasih karena vaksin sudah hadir. Semoga semakin banyak & bisa segera didistribusikan," tulis Ernest di Twitter, Rabu (9/12/2020).

    "Saya usul orang-orang yang memiliki jejak digital bahwa mereka tidak percaya COVID-19 ya dijadikan prioritas terakhir saja," tambah Ernest.

    Cuitan sutradara Cek Toko Sebelah itu langsung ramai ditanggapi netizen. Banyak yang mengaku tak keberatan jika mereka dijadikan prioritas terakhir untuk divaksin Covid-19.

    "Saya sih percaya covid-19 ada, saya juga pakai masker dan cuci tangan. Tapi untuk urusan vaksin belakangan atau engga usah dulu enggak apa-apa deh. Mungkin 10 tahun lagi juga enggak apa-apa," tulis salah satu netizen.

    "Aku sih percaya Covid-19 itu ada, tapi enggak mau divaksin. Mending minum vitamin, makan sehat, biar imun kuat sih," komentar netizen lainnya.

    Ada pula beberapa warga yang malah terlihat kesal dengan Ernest. Mereka menyarankan Ernest untuk divaksin terlebih dahulu jika memang ia sangat percaya terhadap vaksin buatan Sinovac.

    "Saya percaya sekali dengan covid, tapi blum percaya sama sekali dengan vaksin sinovac yang barangnya sudah datang tapi % efektifitasnya, jangka efektifitasnya juga belum diketahui. Kalo anda percaya sekali ,saya usulkan Ernest di vaksin sinovac dulu saja, by all means!" tulis netizen lainnya.

    Sebelumnya, 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech Ltd, asal China sudah diterima pemerintah sejak 6 Desember 2020. Vaksin tersebut telah diuji klinis di Bandung, Jawa Barat, oleh Bio Farma sejak Agustus 2020.

    COMMENT