Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Apr 28 2022

    Vaksin Booster, Adakah Efek Sampingnya?

    Hai Kawula Muda, sudah booster belum nih?

    Ilustrasi suntik vaksin booster Covid-19. (FREEPIK)


    Vaksin booster menjadi syarat perjalanan mudik tahun ini. Tidak hanya untuk pemudik, vaksinasi booster menjadi syarat bagi seluruh pelaku perjalanan dalam negeri lainnya.

    Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) secara resmi memberikan persetujuan pada lima vaksin Covid-19 untuk dijadikan sebagai vaksin booster atau dosis lanjutan homolog (vaksin booster sama dengan vaksin primer) dan heterolog (vaksin booster beda dengan vaksin primer).

    Berikut ini lima vaksin yang sudah mendapat persetujuan BPOM lengkap beserta efek sampingnya.

    Vaksin Sinovac 

    Vaksin booster Sinovac diberikan sebanyak 1 dosis minimal setelah 6 bulan untuk usia 18 tahun ke atas. BPOM mengatakan, Sinovac dapat meningkatkan titer antibodi netralisasi hingga 21-35 kali setelah 28 hari pemberian booster.

    Efek samping dari vaksin Sinovac:

    1. Menimbulkan reaksi lokal atau nyeri pada lokasi suntikan
    2. Tingkat keparahan efek sampingnya adalah grade satu dan dua

    Vaksin Pfizer

    Sama seperti Sinovac, vaksin booster Pfizer diberikan sebanyak 1 dosis minimal setelah 6 bulan untuk usia 18 tahun ke atas. Vaksin ini dapat meningkatkan titer antibodi netralisasi hingga 3,29 kali setelah 1 bulan pemberian booster.

    Efek samping dari vaksin Pfizer:

    1. Nyeri pada lokasi suntikan
    2. Nyeri otot
    3. Nyeri sendi
    4. Demam

    Vaksin Astrazeneca

    Vaksin booster Astrazeneca juga diberikan sebanyak 1 dosis minimal setelah 6 bulan untuk usia 18 tahun ke atas.

    Astrazeneca memiliki peningkatan nilai rata-rata titer antibodi IgG dari 1792 (sebelum suntik dosis vaksin booster) menjadi 3746.

    Efek samping dari vaksin Astrazeneca:

    1. Nyeri di lokasi suntikan
    2. Kemerahan
    3. Gatal
    4. Terjadi pembengkakan
    5. Sakit kepala
    6. Meriang atau demam
    7. Mual
    8. Rasa lelah

    Vaksin Moderna

    Vaksin Moderna dapat diberikan sebagai booster homolog dan heterolog dengan vaksin primer Astrazeneca, Prizer, atau pun Jenssen. Vaksin diberikan sebanyak setengah dosis untuk usia 18 tahun ke atas setelah 6 bulan dari vaksinasi primer.

    Vaksin Moderna memberikan kenaikan respon imun antibodi netralisasi sebesar 12,99 kali setelah pemberian vaksin booster homolog.

    Efek samping dari vaksin Moderna:

    1. Rasa lemas
    2. Sakit kepala
    3. Meriang atau demam
    4. Mual

    Vaksin Zifivax

    Vaksin Zifivax dapat diberikan sebagai booster heterolog dengan dosis penuh untuk yang berusia 18 tahun ke atas, sekurang-kurangnya 6 bulan setelah mendapatkan vaksin primer dosis lengkap dari Sinovac atau Sinopharm.

    Vaksin Zifivax memiliki tingkatan titer antibodi netralisasi lebih dari 30 kali bagi yang telah mendapatkan dosis primer Sinovac atau Sinopharm.

    Efek samping dari vaksin Zifivax:

    1. Nyeri pada lokasi suntikan
    2. Nyeri otot atau myalgia
    3. Sakit kepala
    4. Merasa kelelahan
    5. Demam
    6. Mual
    7. Diare (tingkat keparahan grade satu dan dua)
    8. Rasa mual.

    Masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek samping dari vaksin booster, karena BPOM telah melakukan evaluasi aspek keamanan kelima vaksin tersebut sebagai booster.

    Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa frekuensi, jenis dan keparahan dari Kejadian Tidak Diinginkan atau KTD yang dilaporkan setelah pemberian dosis booster pada umumnya bersifat ringan dan sedang.

    Editor Team

    COMMENT