Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Oct 11 2021

    Viral Slip Gaji Karyawan Kasir Minimarket Hanya Rp368 Ribu, Kemnaker Beri Klarifikasi

    Kawula Muda, apa pendapat lo dengan gaji karyawan yang dipotong gede banget?

    Ilustrasi slip gaji. (FREEPIK)

    Kawula Muda, postingan slip gaji salah seorang karyawan kasir minimarket yang mendapat potongan begitu besar viral di media sosial. Pasalnya, karyawan tersebut mendapat potongan sebanyak Rp682 ribu dari Rp1,05 juta, di mana sebesar Rp50 ribunya merupakan bonus karyawan karena berperilaku baik.

    Jika dikalkulasi, karyawan tersebut hanya mendapat penghasilan Rp368 ribu setiap bulannya. Sementara itu, rincian potongan tersebut yakni cuti sakit 3 hari senilai Rp300 ribu, keterlambatan 1 hari Rp150 ribu, dan kompensasi barang hilang Rp232 ribu.

    Pada slip gaji yang diunggah melalui Facebook oleh akun bernama Riio Nevil Jarii, terlihat ia merupakan pekerja toko swalayan Jasmine Mart di Kabupaten Pringsewu dengan nama Lisa Amelia.

    Melansir Dream, Kementerian Ketenagakerjaan memberi tanggapan melalui akun Instagramnya @kemnaker. Ia menyebut bahwa postingan tersebut bisa dipastikan merupakan hoaks. 

    Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri pun menguraikan bukti-buktinya.

    "Setelah kami melakukan koordinasi dan pengecekan, ternyata postingan itu hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," tutur Putri.

    Pihaknya telah memeriksa bahwa tidak ada salah seorang warga bernama Lisa Amelia di Kabupaten Pringsewu. Pun, nama karyawan yang tertera dalam slip gaji tersebut tidak terdaftar dalam list pekerja Toko Jasmine Mart.

    Selain itu, bukti paling konkrit bahwa informasi tersebut adalah hoaks lantaran slip gaji yang diberikan oleh Toko Jasmine Mart berbeda dengan apa yang beredar di media sosial.

    Atas kejadian tersebut, Riio Nevil Jarii diketahui telah berdamai dengan pemilik Toko Jasmine Mart. Putri pun berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial.

    "Kalau dulu ada ungkapan 'mulutmu harimaumu', maka sekarang adalah 'jarimu Harimaumu'. lebih bijaksana untuk menyaring tulisan-tulisan sebelum men-“sharing”-nya. Karena memang jari-jarimu kini bisa menjadi 'harimaumu'", tambahnya.

    Editor Team

    COMMENT