Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Mar 04 2022

    Asosiasi Sepak Bola Rusia Naik Banding Atas Sanksi FIFA

    Asosiasi Sepak Bola Rusia menyatakan bakal naik banding atas sanksi yang diberikan oleh FIFA.

    Timnas Rusia. (FIFA)

    Asosiasi Sepak Bola Rusia (RFU) mengumumkan bahwa mereka akan naik banding pada Kamis lalu. Mereka akan membawa perkara ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

    Federasi sepak bola Rusia ini merasa hukuman yang mereka terima tidak adil. FIFA telah melarang seluruh timnas Rusia untuk ambil andil dalam seluruh kompetisi yang mereka ikuti, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2022.

    "RFU percaya bahwa FIFA dan UEFA, ketika menyangkut masalah peniadaan tim Rusia, mereka tidak memiliki legal untuk melakukan hal tersebut. Ini melanggar perjanjian dasar atas persetujuan RFU sebagai anggota dari FIFA," tulis RFU dalam pernyataan resmi mereka. 

    "Termasuk perizinan untuk mengikuti sejumlah kompetisi. Sebagai tambahan, keputusan untuk menarik timnas dari Kualifikasi Piala Dunia 2022 datang langsung dari tim yang akan berhadapan dengan Rusia di playoff." 

    "Ini merupakan pelanggaran terhadap prinsip olahraga dan peraturan fair play," lanjut pernyataan itu.

    Baca Juga

      Rusia tadinya harus berhadapan dengan Polandia pada 24 Maret mendatang. Namun Rusia telah di tangguhkan dari segala kompetisi pada Senin lalu dikarenakan kondisi perang Rusia dengan Ukraina.

      Rusia memulai perang pada 24 Februari lalu. Sejak saat itu negara-negara seperti Amerika, Inggris, dan anggota Uni Eropa lainnya telah membuat sanksi secara ekonomi kepada Moskow.

      Salah satu yang paling mengejutkan adalah dipindahkannya lokasi Final Liga Champions 2021 dari Rusia. Roman Abramovich, pemilik Chelsea, juga sudah mendapatkan tekanan dari Pemerintah Inggris untuk segera menjual Chelsea.

      Menurut angka yang tercatat oleh Uni Eropa, setidaknya 277 rakyat sipil telah menjadi korban meninggal, 525 mengalami luka-luka sejak perang ini berjalan. Sedangkan menurut pemerintah Ukraina, setidaknya ada total kematian hingga 2000 jiwa hingga hari ini, Jumat, 4 Maret 2022.

      Editor Team

      COMMENT