Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Aug 12 2021

    Menangi Emas Olimpiade Tokyo, Keluarga Quan Hongchan Tolak Uang Tunai dan Properti

    Kawula Muda, desa tempat tinggal Quan Hongchan bahkan berubah jadi lokasi wisata baru.

    Quan Hongchan meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. (REUTERS)

    Nama Quan Hongchan, atlet asal China berusia 14 tahun ini, kini tengah menjadi sorotan berbagai pihak. Peraih medali emas dari cabang olahraga loncatt indah 10 meter putri di Olimpiade Tokyo 2020 ini berhasil mencuri perhatian masyarakat dunia dengan penampilannya yang memukau saat final.

    Namanya semakin dikenal setelah berbagai media massa mengabarkan bahwa keluarga Quan Hongchan telah menolak hadiah sebesar Rp 598 miliar usai menangi emas di Olimpiade Tokyo 2021.

    Pada 5 Agustus lalu, Quan Hongchan berhasil mendapatkan skor hampir sempurna yaitu 466,20 untuk lompat indah 10 meter putri. Dua di antara lima penyelaman yang dilakukan oleh Hongchan bahkan berhasil mendapatkan 10 poin secara keseluruhan.

    Quan Hongchan sempat mengatakan bahwa motivasinya untuk mendapatkan medali emas adalah agar dia dapat membantu menghidupi keluarganya yang terdiri dari tujuh orang dan orang tuanya yang bekerja sebagai petani jeruk. 

    “Saya ingin menghasilkan cukup uang untuk mendukungnya,” kata Hongchan.

    Hongchan juga mengatakan bahwa ibunya telah lama sakit setelah mengalami kecelaaan mobil pada 2017.

    Usai mengungkap alasan utamanya untuk terjun sebagai seorang atlet, Quan Hongchan banyak menarik simpati publik. Alhasil, Quan Hongchan banyak mendapatkan hadiah berupa uang, properti hingga asuransi medis untuk ibunya.

    Tidak hanya itu, Hongchan juga diberi tiket gratis seumur hidup untuk masuk ke beberapa taman hiburan, kebun binatang, dan juga resor. Namun, ayah Hongchan, Quan Wenmao, mengatakan bahwa dia telah menolak semua tawaran itu.

    "Saya berterima kasih kepada mereka karena telah datang. Tapi saya tidak mengambil apa-apa. Saya tidak mengambil sepeser pun," katanya seperti dikutip dari South China Morning Post.

    Selain memberikan hadiah, publik China juga mengubah desa tempat tinggal Hongchan menjadi lokasi wisata baru. Sayang, banyaknya jumlah penggemar yang mendatangi desa Hongchan justru membuat warga di desa Maihe, Guangdong, merasa khawatir.

    Selain menganggu rutinitas penduduk, kedatangan penggemar Hongchan dikhawatirkan akan menjadi kluster baru penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu, ayah Quan Hongchan meminta agar masyarakat tetap berada di rumah.

    "Mereka bisa mengirim salam. Tidak perlu datang ke sini. Itu mengganggu hidup mereka dan kita juga, bukan?" ujar Quan Wenmao.

    Setelah aksinya di Olimpiade Tokyo 2020, kita akan dapat menyaksikan Hongchan di Olimpiade Paris 2024. 

    Editor Team

    COMMENT