Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Apr 27 2022

    Jepang Inovasikan Sumpit Elektrik yang Mampu Ciptakan Rasa Asin

    Makin lancar kalo lo diet garam ya, Kawula Muda!

    Jepang inovasikan sumpit elektrik yang dapat menciptakan rasa asin (REUTERS/Issei Kato)


    Sudah sejak lama garam menjadi bumbu dapur favorit banyak orang. Sayangnya, berlebihan mengonsumsi garam memiliki berbagai risiko. Sebut saja diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit ginjal. 

    Menghadapi hal tersebut, Jepang mencoba untuk mencari solusi permasalahan tersebut. Perkenalkan, sumpit yang mampu memberi sensasi rasa ‘elektrik’! Dengan listrik yang rendah, sumpit elektrik tersebut seolah menciptakan rasa asin. 

    Sumpit elektrikIlmuwan Jepang tengah kembangkan sumpit elektrik yang dapat ciptakan rasa asin (REUTERS/Issei Kato)

     

    “Mesin tersebut mengirimkan ion natrium dari makanan, melalui sumpit, ke mulut di mana akan tercipta rasa asin,” jelas Homei Miyashita, profesor di Universitas Meiji, Tokyo, dikutip dari Guardian. Homei memang diketahui berkolaborasi dengan produksi makanan dan minuman Kirin untuk mengembangkan alat tersebut. 

    Jangan khawatir ya, Kawula Muda! Walau disebut sumpit elektrik, sumpit tersebut tidak berbahaya karena tegangan yang digunakan sangat kecil. 

    Selain mengurangi risiko penyakit, diketahui sumpit tersebut juga bermanfaat untuk diet garam. Sebelumnya, diet rendah garam merupakan salah satu alternatif untuk menurunkan tekanan darah. 

    Adapun Jepang memang terkenal sebagai negara dengan tingkat konsumsi garam yang tinggi. Hal itu dikarenakan banyaknya makanan tradisional yang mengutamakan cita rasa asin, seperti miso dan kecap asin. Konsumsi garam di Jepang diketahui mencapai 10 gram. Tepatnya, dua kali lipat dari rekomendasi organisasi kesehatan dunia, WHO. 

    “Di uji klinis dengan orang-orang yang mengikuti diet rendah sodium (garam), penggunaan sumpit tersebut mampu meningkatkan rasa asin hingga 1.5 kali di makanan rendah garam,” tulis Kirin dalam keterangan tertulis dikutip dari EdmontonJournal. 

    Sementara itu, walau masih berupa prototipe, peneliti menaruh harapan besar terhadap sumpit elektrik tersebut. Adapun para peneliti memperkirakan model produksi dapat menelan biaya hingga 100.000 yen atau sekitar Rp 11 juta. 

    Editor Team

    COMMENT