Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Aug 02 2022

    Kominfo Minta Bantuan Amerika untuk Hubungi Paypal hingga Dota

    Karena tidak mendapat tanggapan dari berbagai aplikasi tersebut, Kawula Muda!

    Kementerian Komunikasi dan Informatika. (Dok. ANTARA)


    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ungkap minta bantuan kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk mengontak beberapa aplikasi, termasuk PayPal hingga Dota.

    Adapun hal tersebut terkait banyaknya aplikasi asal negeri Paman Sam tersebut yang belum mendaftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat.  

    BlokirIlustrasi pemblokiran (iSTOCK)

     

    “Kami juga memohon bantuan kedutaan besar Amerika Serikat untuk berkomunikasi dengan PSE tersebut mengingat upaya komunikasi yang dilakukan oleh Kominfo selama ini dengan berbagai macam cara tidak mendapatkan tanggapan sama sekali,” tutur Direktur Jenderal Aptika Pangerapan Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengutip CNNIndonesia pada Selasa (02/08/2022). 

    Memang, berbagai aplikasi belum melakukan pendaftaran ke PSE hingga saat ini. Sebut saja Yahoo, PayPal, Origin, hingga Epicgames. 

    “Kami terus berusaha untuk berkomunikasi dengan pengelola Paypal, karena sampai saat ini meskipun sudah dicoba untuk berkomunikasi dengan berbagai macam cara/jalur, Paypal sama sekali belum merespons,” tambah Samuel. 

    Selain Paypal, Kominfo juga meminta bantuan Kedubes AS untuk dihubungkan dengan tiga platform game lainnya, yakni Steam, Dota, serta CS Go. 

    Senada, Menkominfo Johnny G. Plate turut mengatakan bahwa pihak Kominfo sudah aktif melakukan komunikasi dengan berbagai lembaga terkait. 

    “Untuk mencari tahu dan mengkoordinasikannya dan dengan kedutaan besar negara sahabat di mana sekali lagi di mana kami perkirakan kantor pusatnya berada,” tutur Johnny. 

    Sebelumnya, Kominfo sempat melakukan pemblokiran terhadap aplikasi terkait yang belum mendaftar PSE. 

    Namun, hal tersebut mengundang protes publik yang bergantung dengan sejumlah layanan berbagai platform tersebut. 

    Editor Team

    COMMENT