Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Mar 27 2022

    OnlyFans Bukan Situs Porno! Simak Kegunaan dan Cara Kerjanya

    Pembedanya pengguna layanan OnlyFans ini terhubung dengan akun bank, Kawula Muda!

    Ilustrasi platform media sosial OnlyFans. (Media Magazine)

    Ada berbagai platform media sosial yang memungkinkan pembuat konten di dalamnya bisa memperoleh sejumlah uang, salah satunya OnlyFans.

    Sebagian pengguna atau pengamat aktif media sosial, mungkin bakal tidak asing lagi dengan salah satu platform video berlangganan ini. Sejak sekitar akhir tahun lalu OnlyFans pun telah kerap jadi pembicaraan warganet.

    OnlyFans adalah platform media sosial berbasis situs web dengan layanan konten berlangganan yang bisa dibuat oleh pengguna. Adapun pengguna bisa membuat konten seperti gambar, rekaman video, pesan, serta siaran langsung di OnlyFans. 

    Platform ini sendiri sebenarnya sudah dirilis sejak tahun 2016 oleh pengusaha asal Inggris Tim Stokely, yang kini telah mengundurkan diri CEO OnlyFans. Sejak awal perilisannya, OnlyFans tidak memiliki format aplikasi, melainkan hanya situs web.

    Tujuan utama pengembangan OnlyFans sendiri adalah untuk membantu pembuat konten atau artis bisa mendapatkan uang dari monetisasi konten yang telah dibuatnya.

    Selain itu juga, OnlyFans digagas untuk mengembangkan hubungan yang lebih intim dan otentik antara artis dengan penggemarnya.

    Sederhananya, platform ini dibuat untuk memungkinkan pengguna bisa mengunggah konten, yang mana penontonnya harus mengeluarkan biaya berlangganan agar bisa menonton atau mengakses konten tersebut. 

    Seperti platform berlangganan pada umumnya, baik pembuat konten maupun penonton, wajib membuat akun pengguna terlebih dahulu di OnlyFans. 


    OnlyFansIlustrasi penggunaan OnlyFans. (Wikipedia)

      

    Karena mengusung fitur utama konten berlangganan, pembuat konten dan penonton OnlyFans juga perlu untuk menghubungkan akun pengguna dengan akun bank yang telah mendukung layanan Mastercard atau Visa.

    Melansir dari Complex, platform ini mengklaim telah digunakan oleh lebih dari 100 juta orang. Kemudian, komisi sebanyak 3 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp 42 triliun telah berhasil dibayarkan ke pembuat kontennya, yang kini terdapat lebih dari 1 juta orang.

    Popularitas OnlyFans menanjak di masa pandemi. Saat ini, pembuat konten di platform itu banyak diisi dengan muatan pornografi yang sangat vulgar, bahkan tak ayal membuatnya seperti situs video porno.

    OnlyFans diketahui tidak memiliki peraturan yang tegas mengenai isi kontennya. setiap orang bisa membuat konten apa pun termasuk pornografi di OnlyFans, sebagaimana dilansir Mashable, Sabtu (26/03/2022).

    Sementara itu, situs OnlyFans saat ini sudah diblokir pemerintah Indonesia karena dinilai mengandung konten yang negatif.

    Editor Team

    COMMENT