Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Feb 15 2022

    TikTok Umumkan akan Hapus Konten Hoaks dan Diskriminasi LGBTQ+

    Beberapa konten yang termasuk akan dihapus oleh TikTok meliputi deadnaming, misgendering, hingga promosi terhadap conversion therapy

    Aplikasi TikTok (PEXEL/cottonbro)

    TikTok tegaskan akan menghapus konten yang mengandung unsur diskriminasi terhadap komunitas LGBTQ+. Aturan tersebut telah tertuang secara resmi dalam pedoman komunitas terbaru TikTok. 

    Beberapa konten yang termasuk akan dihapus oleh TikTok meliputi deadnaming, misgendering, hingga promosi terhadap conversion therapy terhadap komunitas LGBTQ+. Conversion therapy yang dimaksud adalah pengadaan terapi untuk ‘menyembuhkan’ seseorang agar tidak lagi menjadi LGBTQ+.  

    Ilustrasi TikTokIlustrasi TikTok. (PIXABAY)

     

    “Walaupun ideologi tersebut telah lama dilarang di TikTok, kami telah mendengar dari beberapa kreator hingga organisasi masyarakat untuk memasukkannya secara eksplisit di pedoman komunitas TikTok,” tutur Corman Keenan, kepala kepercayaan dan keamanan TikTok dikutip dari NBC, Selasa (15/02/2022). 

    Diketahui TikTok sebelumnya telah berkonsultasi bersama berbagi creators hingga organisasi masyarakat untuk merampungkan kebijakan tersebut. 

    “(Ini akan) semakin mendukung kesejahteraan komunitas kami dan integritas di platform kami. Transparansi dengan komunitas kami sangat penting, dan pembaruan ini akan memperjelas serta memperluas jenis, perilaku, dan konten yang akan kami hapus dari platform ini,” tulis TikTok seperti dikutip dari Whiteboardjournal pada Selasa (15/02/2022). 

    Sepanjang 2021, TikTok diketahui telah menghapus 1 persen dari 91 juta video di platform mereka karena adanya pelanggaran pedoman komunitas. Dari 1 persen tersebut, 1.5 persen di antaranya dihapus karena mengandung hate speech berdasarkan ras, orientasi seksual, dan gender. 

    Sebelumnya, diketahui media sosial Twitter juga telah mengadakan kebijakan serupa yakni menghapus unggahan yang mengandung konten diskriminasi. 

    Editor Team

    COMMENT