Alasan Kenapa Harus Nonton Film ‘Everything Everywhere All at Once’

Film Everything Everywhere All at Once memiliki rating lebih tinggi daripada Dr. Strange: Multiverse of Madness

Poster film Everything Everywhere All at Once (INSTAGRAM/Everything Everywhere All at Once)
Mon, 01 Aug 2022


'Everything Everywhere All at Once' jadi film yang wajib ditonton tahun ini, film action comedy ini menceritakan tentang rumitnya multiverse (multi semesta) secara simpel.

Menceritakan kisah hidup keluarga imigran di Amerika Serikat, Evelyn (Michelle Yeoh) harus mengurus bisnis laundry bersama suaminya, Waymond (Ke Huy Quan) dan masalah pajak yang sedang dialami keluarga ini. Tidak hanya itu, mereka harus membimbing anaknya bernama Joy (Stephanie Hsu) yang telah tumbuh dewasa.

Kisah keluarga yang tidak hanya menyajikan alur cerita yang anti mainstream, juga menghadirkan grafis yang cukup memukau.

Film ini wajib ditonton Kawula Muda, dan berikut alasannya:

FIlm Everything Everywhere All at Once (IMDB)

Memiliki rating yang lebih tinggi dibandingkan film 'Dr. Strange: Multiverse of Madness'

Kendati Marvel cukup gencar mengenalkan konsep multiverse lewat filmnya, terutama pada film 'Dr. Strange: Multiverse of Madness', tampaknya semua akan sepakat jika kekacauan semesta yang diharapkan muncul di film kedua Dr. Strange tersebut nyatanya lebih terasa di film 'Everything Everywhere All at Once'.

Konsep dunia paralel dan antar dimensi yang diperlihatkan pada film ''Everything Everywhere All at Once terasa lebih matang, lebih all out dan jauh dari ekspektasi. Hal tersebut berbeda di film 'Doctor Strange: Multiverse of Madness' yang justru terkesan nanggung saat memperlihatkan konsep multiverse.

Dari rating resmi IMDb semakin menjelaskan bahwa film 'Everything Everywhere All at Once' (2022) yang memiliki rating 8,5/10, unggul di atas film 'Doctor Strange: Multiverse of Madness' (2022) yang hanya memiliki rating IMDb 7,3/10.

FIlm Everything Everywhere All at Once (Foto AGBO Production via Imdb)

Alur Cerita yang Plot Twist

Film Everything Everywhere All at Once menghadirkan alur cerita yang terbilang baru, unik dan tentu saja sulit ditebak.

Evelyn di universe utama hanyalah seorang ibu yang sedang menghadapi sejumlah masalah, yang kemudian secara tiba-tiba melompat ke semesta lain, di mana dirinya yang lain memiliki berbagai latar belakang dan profesi yang berbeda-beda, seperti selebriti, penyanyi opera, koki teppanyaki, bahkan ke dunia di mana dirinya adalah sebuah pinata, batu bahkan menjadi anggur.

Film ini terkesan rumit, tetapi cukup bisa dicerna untuk memahami sebuah konsep multi semesta, yang mana segala keputusan yang kita lakukan pada satu semesta, dapat berdampak pula pada diri kita di semesta lainnya.

FIlm Everything Everywhere All at Once (dok A24)

Catat Rekor A24 Secara Global

Baru-baru ini, film 'Everything Everywhere All' at Once mencetak rekor untuk studio A24. Film tersebut menjadi film garapan studio A24 pertama yang sukses meraup 100 juta dola AS atau setara Rp 1,5 triliun di box office global.

Lebih rinci, 'Everything Everywhere All at Once' telah menghasilkan uang 68,9 juta dolar AS atau setara Rp 1,02 triliun di bioskop Amerika. Sedangkan, di bioskop internasional, film ini berhasil mengantongi 31,1 juta dolar AS atau Rp 461 miliar. Dengan catatan tersebut, langsung menjadikan 'Everything Everywhere All at Once' sebagai film terlaris A24 sepanjang masa. Atas pencapaian tersebut semakin membuktikan bahwa film ini memiliki kualitas yang baik.

Kawula Muda, sudah nonton film 'Everything Everywhere All at Once' belum?

Berita Lainnya