Di Balik Tagar #CancelNetflix: Kisah Kontroversi Film "Cuties"

Kawula Muda, siapa di antara kalian yang sudah nonton filmnya?

Poster film Cuties. (NETFLIX)
Fri, 11 Sep 2020

Selain mendapatkan puja-puji, film Prancis Cuties pada waktu yang bersamaan juga menjadi bahan perbincangan panas di dunia maya.

Pada Kamis (10/9/2020) waktu Amerika, tagar #CancelNetflix mulai menjadi tren di Twitter, setelah banyak pelanggan Netflix mengklaim bahwa film yang disutradarai Maïmouna Doucouré itu mengeksploitasi seksualitas pada anak-anak. 

Cuties berkisah tentang  Amy (Fathia Youssouf), seorang gadis berusia 11 tahun dari Senegal yang bergabung dengan tim tari yang dijuluki "the cuties" di sekolahnya.

Dalam perjalanannya, Amy perlahan-lahan menjadi lebih sadar akan kewanitaannya yang mulai berkembang. Inilah yang kemudian menyebabkan ketegangan dalam keluarganya yang masih menjunjung nilai-nilai tradisional.

Berbagai komentar bertebaran di dunia maya, kebanyakan berisi asumsi seolah-olah Netflix mendukung pedofilia. Semuanya disertai tagar #CancelNetflix.

Bahkan, petisi Change.org diluncurkan sebelum film berbahasa Prancis tersebut dirilis pada  Kamis, meminta platform streaming tersebut untuk menghapusnya. Hingga Kamis petang (Jumat pagi waktu Indonesia), petisi sudah ditandatangani 129.140.


Bukan tanpa alasan pihak Netflix tidak segera menanggapi permintaan netizen. Sebelum kemunculannya diwarnai kritikan tajam, Cuties justru telah mendapat beberapa penghargaan.

Di Sundance Film Festival 2020, film ini memenangi penghargaan The World Cinema Dramatic Directing Award, alias penyutradaraan sinema drama terbaik.

Kritikus film, Monica Castillo, memberi film tersebut empat bintang dalam ulasannya di  Rogertebert.com, dan memuji Doucouré karena menggunakan alur cerita untuk mengkritik tekanan sosial yang biasa dialami gadis-gadis muda yang ingin membicarakan masalah seksualnya secara terbuka.

"Dengan Cuties, Doucouré mengumumkan dirinya sebagai sutradara dengan gaya visual yang tajam yang tidak takut untuk menjelajahi ketegangan budaya dan sosial ini," tulis Castillo. 

Aktris Tessa Thompson juga menyebut Cuties adalah film yang cantik, dan mengaku kecewa dengan wacana protes yang berkembang saat ini.

Bulan lalu, Netflix mengeluarkan permintaan maaf kepada publik menyusul reaksi keras atas poster pemasaran Cuties. Kritikus mengklaim bahwa poster tersebut mengeksploitasi seksualitas anak-anak.


"Kami sangat menyesal atas karya seni yang tidak pantas yang kami gunakan untuk Mignonnes/Cuties. Itu kurang baik, untuk sebuah film Prancis yang memenangi penghargaan di Sundance," kata Netflix di Twitter. 

Poster yang menjadi kontroversi tersebut  menampilkan empat gadis muda yang berpakaian ketat, sambil melakukan pose tarian yang agak sugestif. 

Cuties juga dibintangi oleh Médina El Aidi, Esther Gohourou, Ilanah, Myriam Hamma, Demba Diaw, Maïmouna Gueye, dan Therese M’Bissine Diop.

Berita Lainnya