Mengenal Sosok Siluman Ular Badarawuhi, Tokoh Sentral di Film “KKN Desa Penari”

Hai Kawula Muda, mau tahu siapa Badarawuhi?

Badarawuhi, tokoh utama di film "KKN di Desa Penari". (KKNMOVIE)
Mon, 23 May 2022

KKN di Desa Penari awalnya adalah sebuah cerita yang diangkat dari kisah nyata dan ditulis oleh akun twitter @SimpleMan. Cerita ini menjadi viral sampai kemudian diangkat menjadi sebuah film yang sukses menggaet 7 juta penonton lebih.

Film yang mulai tayang sejak 30 April 2022 tersebut menjadi film horor Tanah Air yang terlaris sepanjang masa mengungguli Pengabdi Setan karya Joko Anwar yang meraup 4,2 juta penonton.

Meskipun bergenre horor, film ini sebetulnya tidak sehoror film hantu lainnya. Namun, film ini mampu membuat penonton ngeri dengan kemistisannya dan penasaran terhadap alur dari cerita KKN di Desa Penari tersebut.

Ditambah lagi, dalam film tersebut muncul teror dari sosok Badrawuhi yang mengakibatkan para mahasiswa yang ada di dalam film tersebut harus mengalami kejadian-kejadian mengerikan di luar nalar.

Siluman ular

Badarawuhi adalah merupakan jin atau siluman ular yang menguasai Desa Penari.  Konon, ia diusir dari Kerajaan Pantai Selatan yang merupakan tempat asalnya karena merasuki salah satu penari yakni Ratna Narekh di timur pulau Jawa.

Ratna Narekh adalah pemimpin di suatu desa dan murid dari seorang ksatria di era Prabu Airlangga dari Kerajaan Kediri.

Bersama empat saudara seperguruannya, Ratna Narekh melarikan diri ketika sang guru ditaklukkan oleh Mpu Barada. Keempat saudara seperguruannya itu melarikan diri ke Bali, sementara Ratna Narekh bersembunyi di bagian timur Pulau Jawa dan mulai membangun sebuah pemukiman.

Selama dalam persembunyian itu, Ratna Narekh banyak memanfaatkan waktunya untuk mempelajari lontar yang sempat dibawanya ketika kabur. Lontar itu ternyata istimewa karena berisi ilmu kanuragan dan kanujiwan untuk menaklukkan pimpinan lelembut yang ada di hutan-hutan Pulau Jawa.

Dari mempelajari lontar tersebut, Ratna Narekh mendapat anugerah awet muda dan cantik. Kecantikan itu yang kemudian menarik perhatian seorang pemimpin desa asal Wonokromo ketika Ratna sedang melakukan perjalanan ke daerah tersebut.

Dengan dalih menawarkan untuk menginap semalam, pemimpin desa tersebut justru melakukan hal tidak senonoh pada Ratna. Tetapi nahas, belum sampai ia dan anak buahnya melakukan niat buruknya, mereka sudah terpental dan mati karena kesaktian yang dimiliki oleh Ratna Narekh.

Melanggar pantangan

Salah satu adegan di film "KKN di Desa Penari". (KKNMOVIE)

 

Ratna Narekh pun dinobatkan sebagai penerus setelah kematian pemimpin desa di Wonokromo yang  konon merupakan gerbang gaib menuju pantai utara Jawa.

Di desa tersebut ada kolam air atau sendang yang dipercaya sebagai tempat persinggahan Ratu Pantai Selatan, pemimpin kerajaan selatan yang memiliki hubungan baik dengan kerajaan utara laut Jawa.

Di desa tersebut juga konon penduduknya dilarang menari diiringi alunan gamelan.

Akan tetapi, Ratna Narekh yang diliputi kesombongan justru melanggar pantangan adat desa tersebut dan menantang semua penghuni hutan Daha, termasuk para penghuni Sendang.

Kesombongan Ratna Narekh membuat Ratu Pantai Selatan murka. Ratna Narekh yang sebetulnya dirasuki oleh Badarawuhi terus menari dan tidak bisa berhenti.

Badarawuhi baru akan berhenti jika jasad Ratna Narekh dihancurkan, sejak saat itulah Badarawuhi diusir dari pantai selatan dan dilucuti beberapa kesaktiannya.

Wujud Badarawuhi tetap berbau pantai selatan, yaitu memakai kebaya dan selendang hijau, cantik, anggun dan kerap jahil, terutama kepada kaum laki-laki. Badarawuhi disebut bisa beranak pinak jika ada lelaki yang menyentuhnya atau tergoda olehnya.

Namun, ketika di antara marah akibat ada yang melanggar aturan di wilayah kekuasaannya, maka wujudnya akan berubah menjadi setengah badan atas wanita bermahkota dan setengah badan bawahnya berbentuk ular.

Berita Lainnya