Ikut Tips Berikut Ini untuk Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Olahraga

bisa aja gak olahraga asalkan lo konsisten hidup sehat, Kawula Muda!

ilustrasi perut buncit akibat lemak berlebih (unsplash/towfiqu-bharbuiya)
Sun, 11 Sep 2022

Perut buncit adalah kondisi perut dengan ukuran lingkar yang tidak sesuai dan menjadikan perut melebar melebihi ukuran normal. Kondisi ini perlu untuk diatasi karena selain mengganggu aktivitas, mengganggu penampilan, juga meningkatkan resiko terserang penyakit.

Kebanyakan orang berpikir bahwa mengecilkan perut yang buncit harus dilakukan dengan olahraga. Tapi nyatanya, yang lebih perlu kita lakukan adalah mengenali jenis lemak apa yang ada dalam tubuh kita. 

Menurut Dr. Daryl Gioffre, seorang ahli gizi, melalui laman Eat This mengatakan bahwa yang lebih dulu perlu kita lakukan adalah mengetahui jenis lemak yang ada dalam tubuh kita. Terdapat dua jenis lemak yang ada dalam tubuh kita yaitu lemak subkutan dan lemak viseral.

Lemak subkutan merupakan jenis lemak yang terdapat dalam tubuh manusia karena terlalu banyak makan, kurang aktivitas yang membutuhkan gerak tubuh, jarang olahraga, kurang tidur, faktor hormonal, hingga faktor genetik. Lemak ini berada di bawah kulit dan dapat dirasakan ketika dicubit. Jenis lemak ini yang cenderung lebih sulit dihilangkan.

Lemak viseral merupakan jenis lemak yang berada di rongga perut dan berdekatan dengan banyak organ vital seperti hati, pankreas, dan usus. Dilansir dari Healthline, yang menjadi merepotkan dari lemak viseral yang menumpuk ini adalah dia akan berkorelasi dengan peningkatan resiko penyakit.

Bila kedua lemak ini menumpuk dan tidak terkontrol, resiko yang mungkin muncul selain menjadikan perut buncit, juga meningkatkan potensi penyakit diabetes, hipertensi, gangguan metabolik, hingga penyakit jantung.

Menjaga diri dari penumpukan lemak tersebut memang perlu, tapi tidak harus dengan olahraga. Beberapa hal berikut mungkin bisa lo lakukan untuk menghilangkan penumpukan kedua jenis lemak tersebut.

1. Puasa Intermittent

ilustrasi jeda waktu dalam puasa intermiten (unsplash/ocean-ng)

  

Puasa intermittent merupakan metode mengatur pola makan dengan memberikan jeda waktu puasa makan untuk beberapa waktu dengan durasi waktu umumnya 12 jam.  Menurut Dr. Gioffre, sebagian waktu yang dihabiskan untuk tidur selama puasa akan membantu menghilangkan kadar lemak dalam perut. Puasa ini bisa dilakukan sampai target yang diinginkan. Ketika tubuh menunjukkan gejala tidak biasa di tengah intermittent fasting, lo harus berhenti ya, Kawula Muda!

2. Defisit Kalori

ilustrasi makanan rendah kalori (unsplash/anna-pelzer)


Defisit kalori adalah mengurangi jumlah kalori yang biasa lo konsumsi sehari-hari. Hal ini menjadi berguna karena ketika tubuh mengalami defisit kalori, sisa lemak dalam tubuh akan diubah menjadi energi. Dalam melakukan defisit kalori, perlu diperhatikan juga asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Ada baiknya untuk melakukan konsultasi kepada ahli sebelum melakukan defisit kalori.

3. Hindari Makanan dan Minuman Tinggi Gula

ilustrasi makanan dan minuman tinggi gula (unsplash/khalid-boutchich)

 

Ada baiknya lo menghindari makanan dan minuman tinggi gula seperti junk food, tepung putih, pasta, pizza, minuman beralkohol, berkarbonasi dan lain-lainnya. Makanan dan minuman tersebut tidak tergolong ke dalam makanan bergizi karena justru hanya mengandung kalori kosong. Kalori kosong ini yang nantinya akan menumpuk dan menjadi lemak dalam perut.   

Berita Lainnya