131 Anak di Indonesia Terkena Gagal Ginjal Akut Misterius, Apa Penyebabnya?

Semoga lekas sembuh ya!

Ilustrasi ginjal (ISTOCK)
Wed, 19 Oct 2022


Sekitar 131 anak Indonesia dilaporkan terkena gagal ginjal akut misterius (acute kidney injury of unknown origin). Sepanjang tahun 2022, penyakit tersebut banyak diderita anak-anak di bawah usia lima tahun.

Lantas, apa saja yang diketahui tentang penyakit tersebut hingga saat ini? Berikut rangkumannya dari tim redaksi Prambors! 

Berdasarkan Laporan IDAI

Ilustrasi ginjal (UNSPLASH/ROBINA WEERMEIJER)

 

Menurut laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyakit tersebut telah diderita 131 anak Indonesia sepanjang 2022. Adapun penyakit tersebut memuncak pada September 2022 lalu. 

“Di Agustus ada 35 kasus, September sebanyak 71 kasus, dan Oktober hingga tanggal 11 ini ada 9 kasus. Mudah-mudahan menurun dan hilang,” tutur Sekretaris Unit Kerja Koordinasi Nefrologi IDAI, Eka Laksmi Hidayati mengutip CNNIndonesia pada Selasa (18/09/2022). 

Lebih lanjut, rata-rata usia pasien berada di bawah lima tahun. Namun, terdapat pula beberapa pasien asal DKI Jakarta yang berusia 8 tahun. 

Memiliki Gejala Seragam

Ilustrasi anak yang sedang demam (UNSPLASH/KELLY SIKKEMA)

 

Eka juga menyatakan gejala penyakit tersebut seragam ditemui dari pasien. Sebut saja demam, batuk, pilek, diare, muntah, serta penurunan intensitas buang air kecil. Namun, gejala tersebut terjadi secara tiba-tiba.

"Anak-anak ini tidak mengalami sakit perut. Anak-anak ini bukan mengalami sumbatan dalam aliran buang air kecil. Tapi memang ginjalnya tidak memproduksi air seni. Kami pasang kateter, tapi kering. Kami melihat USG enggak ada urine, sumbatan," jelasnya.

Eka juga menyebut ketiadaan urine tersebut biasa terjadi dalam tiga sampai lima hari setelah timbulnya gejala.

Hingga kini, belum ada titik terang yang dimiliki IDAI. Namun, urgensi untuk segera menemukan penyebab dan solusi penyakit ini sangat tinggi. Hal itu dikarenakan hasil laboratorium menunjukkan adanya peradangan pada banyak organ serta penggumpalan darah. 

Pesan Kemenkes

Ilustrasi anak yang sedang sakit dan tengah diawasi oleh orangtua (UNSPLASH/ADITYA ROMANSA)

  

Terkait maraknya kasus tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau para orang tua untuk mewaspadai penyakit tersebut. 

“(Kondisi) ini terjadi pada usia di bawah 18 tahun terutama usia 1-5 tahun,” tutur Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril mengutip BeritaSatu pada Selasa (18/09/2022). 

Ia mengajak para orang tua untuk melihat apakah sang buah hati mengalami demam, diare, mual, batuk, dan sulit buang air kecil dalam 1 hingga 2 minggu. 

Apabila terjadi, akan lebih baik apabila sang anak dirujuk ke rumah sakit. Hal itu dikarenakan gagal ginjal akut tersebut belum diketahui penyebabnya hingga saat ini. 

“Karena belum tahu penyebabnya (gagal ginjal akut), pastikan anak kita selalu kondisinya fit, penuhi jadwal imunisasi, makan makanan bergizi dan protokol kesehatan (prokes) memakai masker,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, pada Minggu (16/10/2022) mengutip BeritaSatu.

Apa Itu Gagal Ginjal Akut pada Anak?

Ilustrasi seorang anak yang sedang sakit (UNSPLASH/OLGA KONONENKO)

 

Mengutip informasi dari IndoKID Kidney Care UK, Acute Kidney Injury merupakan kondisi saat ginjal berhenti bekerja dalam waktu singkat. Hal ini pun dapat terjadi dalam waktu yang singkat.

Sebenarnya, terdapat beberapa anak yang dapat membaik dengan sendirinya walau tanpa pengobatan. Namun, untuk beberapa anak lainnya, dibutuhkan perawatan intensif dan melibatkan obat. 

Sebelumnya, gagal ginjal akut pada anak juga ramai terjadi di Gambia, Afrika Barat. Namun, telah diketahui penyebab gagal ginjal di negeri tersebut, yakni paracetamol. 

Terdapat 4 obat batuk sirup paracetamol yang menyebabkan 69 akan mengalami gagal ginjal akut tersebut. Adapun keempat merek tersebut merupakan hasil impor dari perusahaan farmasi di Amerika Serikat. 

Terkait obat-obat tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah melakukan pengkajian ulang. Mereka pun memastikan bahwa keempat produk obat tersebut tidak terdaftar di Indonesia. 

Kemenkes Larang Fasilitas Kesehatan Edarkan Obat Sirup Anak-anak

Kemenkes juga mengeluarkan instruksi kepada para tenaga ahli untuk tidak memberikan obat cair kepada pasien anak-anak dan melarang fasilitas kesehatan di Indonesia untuk menjual obat berbentuk sirup atas respons dari penyakit gagal ginjal yang telah menyerang ratusan anak di Indonesia sepanjang 2022 melalui Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

"Tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirop sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi poin 7 seperti dikutip dari SE tersebut.

Berita Lainnya