Ahli Temukan Efek Penyintas Covid-19 Alami Penyusutan Otak dan Indera Penciuman

Menurut penelitian, terdapat efek jangka panjang dari Covid-19.

Ilustrasi virus corona ada di mana-mana. (FREEPIK)
Thu, 10 Mar 2022


Kawula Muda, tahu tidak, ternyata ada efek jangka panjang untuk penyintas Covid-19, loh!
Menurut sebuah studi yang tertera pada laman Nature Journal, tidak hanya kurangnya indera penciuman, namun juga ada efek penyusutan otak setelah seorang terpapar Covid-19.

Studi tersebut melibatkan 785 peserta di UK Biobank. Tiap peserta melakukan dua pemindaian ditambah beberapa tes kognitif dasar.
Sebanyak 401 peserta dinyatakan positif Corona yang terinfeksi antara Maret 2020 dan April 2021.

Ilustrasi Covid-19. (PIXABAY)

 

Lalu, 384 peserta lainnya tidak terinfeksi, namun memiliki karakteristik yang serupa dengan pasien yang terpapar di berbagai bidang seperti, usia, jenis kelamin, riwayat medis, dan status sosial ekonomi.

Melalui penelitian tersebut, ditemukan efek Covid-19 membuat otak menyusut dengan hilangnya 0,2 persen dan 2 persen materi abu-abu pada otak orang yang terinfeksi dan membuat kerusakan pada beberapa jaringan tertentu dan berefek ke kurangnya indera penciuman.

Tidak hanya mereka yang mengalami gejala parah yang harus dirawat di rumah sakit, tapi juga berlaku untuk mereka yang tidak menjalani perawatan di rumah sakit mengalami penyusutan otak.

Penulis utama studi tersebut, Gwenaëlle Douaud, seorang profesor di Departemen Ilmu Saraf Klinis di Universitas Oxford, mengemukakan bahwa meskipun jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit dalam penelitian ini terlalu kecil untuk menghasilkan data konklusif, hasil menunjukkan bahwa otak mereka mengalami atrofi lebih buruk daripada pasien dengan penyakit ringan.

Walau demikian, para ahli mencatat bahwa pengujian tersebut belum sempurna, sehingga penelitian itu sangat terbatas.
Di lain itu, menurut seorang pakar neurologi, Serena Spudich, penemuan dari penelitian tersebut sangat berharga dan unik. Serena berkata, itu adalah bukti yang cukup meyakinkan bahwa ada yang berubah pada otak akibat Covid-19.

Temuan tersebut dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah efek Covid-19 dapat membuat otak manusia menyusut.

Berita Lainnya