Biaya Transfer 22 Bank Turun Jadi Rp 2.500, Berikut Daftarnya!

Ada bank yang kamu pakai enggak, Kawula Muda?

Ilustrasi ATM. (PEXELS)
Mon, 25 Oct 2021

Bank Indonesia (BI) telah resmi memotong tarif transfer antarbank yang tadinya Rp 6.500, menjadi Rp 2.500 per transaksi, lewat sistem pembayaran ritel nasional BI Fast. 

Rencananya, BI Fast akan diluncurkan pada pertengahan Desember mendatang. 

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan dengan adanya BI Fast, biaya transfer antarbank akan jadi lebih murah dari yang berlaku saat ini. Tercatat, biaya transfer lewat Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) sebesar Rp 2.900 per transaksi. Begitu juga bila dibandingkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang mencapai Rp 6.500 per transaksi.

"Ini lebih murah dari SKNBI, tapi manfaatnya, BI Fast jauh lebih besar karena bisa transaksi 24 jam, sedangkan SKNBI hanya dari pagi sampai sore. Tarif ini juga batas maksimal, bagi bank yang bisa tawarkan lebih murah, silakan, kami mendukung," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/10/2021), melansir CNNIndonesia. 

Perry menjelaskan bahwa BI Fast bersifat national driven sebagai wujud implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BPSI) 2025. Dengan adanya BI Fast, Perry berharap dapat mendukung tercapainya sistem pembayaran yang cepat, murah, mudah, aman, dan andal (Cemumuah).

Skema harga akan diturunkan bertahap berdasarkan evaluasi secara berkala. Penetapan harga ke peserta maupun ke nasabah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi keberlangsungan industri sistem pembayaran, sekaligus menyediakan infrastruktur publik yang efisien dan mendukung percepatan EKD nasional. 

Selain itu, Perry menyebut batas maksimal transaksi BI Fast pada implementasi awal adalah sebesar Rp 250 juta per transaksi, dan akan dievaluasi secara berkala. 

Kepesertaan BI Fast terbuka untuk seluruh bank, lembaga selain bank, dan pihak lain, selama memenuhi kriteria umum dan khusus yang telah ditetapkan. 

Hingga saat ini, telah ada sebanyak 22 calon peserta batch 1 pada Desember 2021 dan 22 calon peserta pada batch 2 Januari 2022. Selanjutnya penyediaan infrastruktur BI-FAST oleh peserta dapat dilakukan secara independen, subindependen atau afiliasi, sharing antar peserta atau pihak ketiga.

Berikut adalah daftar lengkap 22 bank yang siap melayani BI Fast pada Desember 2021: 

1. Bank Tabungan Negara

2. Bank DBS Indonesia

3. Bank Permata

4. Bank Mandiri

5. Bank Danamon Indonesia

6. Bank CIMB Niaga

7. Bank Central Asia

8. Bank HSBC Indonesia

9. Bank UOB Indonesia

10. Bank Mega

11. Bank Negara Indonesia

12. Bank Syariah Indonesia

13. Bank Rakyat Indonesia

14. Bank OCBC NISP

15. Bank Tabungan Negara UUS

16. Bank Permata UUS

17. Bank CIMB Niaga UUS

18. Bank Danamon Indonesia UUS

19. Bank BCA Syariah

20. Bank Sinarmas

21. Bank Citibank NA

22. Bank Woori Saudara Indonesia

Lalu peserta BI-FAST tahun depan:

1. Bank Sahabat Sampoerna

2. Bank Harda International

3. Bank Maspion

4. Bank KEB Hana Indonesia

5. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga

6. Bank Ina Perdana

7. Bank Mandiri Taspen

8. Bank Nationalnobu

9. Bank Jatim UUS

10. Bank Mestika Dharma

11. Bank Jatim

12. Bank Multiarta Sentosa

13. Bank Ganesha

14. Bank OCBC NISP UUS

15. Bank Digital BCA

16. Bank Sinarmas UUS

17. Bank Jateng UUS

18. Standard Chartered Bank

19. Bank Jateng

20. BPD Bali

21. Bank Papua

22. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)

  • EDITORIAL TEAM:

Berita Lainnya