Bule Asing Gagal Hipnotis WNI karena Korban Tidak Bisa Bahasa Inggris

Sudah 2 sampai 4 toko yang dilancarkan aksi hipnotisnya!

Ilustrasi pelaku WNA dari aksi gendam atau hipnotis
Wed, 09 Aug 2023


Dua toko menjadi sasaran aksi gendam atau hipnotis oleh dua warga negara asing (WNA), namun sempat gagal akibat korban tidak bisa berbahasa Inggris.

Dilansir dari Kompas, kejadian itu dilakukan oleh pelaku WNA dengan pura-pura menukar uang sehingga membuat korbannya terkecoh.

Diketahui, dua toko itu adalah toko bangunan keramik dan toko ritel minimarket di Jalan Galunggung, Kelurahan Gadingkasri, kecamatan Klojen, Malang, Jawa Timur pada Rabu, (02/08/2023).

Sebelumnya, Kedua pelaku WNA itu diketahui juga sempat melakukan aksi hipnotisnya itu ke dua toko lainnya yaitu, toko oleh-oleh Pia Cap Mangkok dan toko Lai-Lai di hari yang sama pada Rabu, (02/08/2023).

Toko Bangunan Belanja Keramik

Achmadi selaku pegawai toko bangunan keramik mengungkapkan bahwa aksi hipnotis kedua pelaku WNA itu gagal ketika temannya yang bernama Ferry sedang melayani langsung kedua pelaku WNA.

Kejadiannya berawal dari satu pelaku WNA meminta tukar uang dua lembar Rp 50 ribu dengan satu lembar Rp 100 ribu, namun diketahui pelaku meminta nomor seri sesuai keinginannya dengan meminta dalam Bahasa Inggris.

“Pas dicarikan itu, tangan pelaku masuk-masuk ke laci penyimpanan uang di kasir, Ferry yang jaga pas itu sadar dan memegang tangan pelaku,” ucap Achmadi.

Setelahnya, pelaku kedua diketahui memasuki toko bangunan Belanja Keramik itu sekitar pukul 19.45 WIB.

Achmadi juga mengungkapkan ciri-ciri dari pelaku aksi hipnotis WNA itu memiliki wajah seperti orang Timur Tengah.

"Mungkin karena teman saya tidak begitu mengerti bahasa Inggris, jadi gagal digendam (hipnotis)," katanya

Usai aksi hipnotisnya gagal di toko bangunan, WNA itu langsung pergi ke minimarket Alfamart yang tidak jauh dari lokasi toko bangunan keramik.

Pegawai Alfamart di Kota Malang, Jawa Timur menunjukkan lokasi kasir diduga dua WNA melakukan aksi hipnotisnya (KOMPAS/nugraha perdana)

 

Aksi Hipnotis WNA di Minimarket Alfamart

Salah satu pegawai di  Alfamart bernama Tutun mengungkapkan pelaku sempat berhasil membawa uang senilai Rp 700 ribu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (02/08/2023) sekitar pukul 21.00 WIB. Awalnya diduga ada dua WNI yang sama datang untuk membeli makanan ringan.

Usai bertransaksi, pelaku kembali ke kasir untuk meminta tukar uang senilai Rp 100 ribu dengan seri yang bagus.

“Saya melayani orangnya (pelaku), beli snack. Pas mau keluar, satu pelaku tiba-tiba kembali. Kemudian posisi saya tidak di kasir, ada teman lain yang jaga, Sergio yang melayani permintaan tukar uang Rp 100.000, mintanya seri uangnya yang bagus," Tutun.

Sedangkan pelaku kedua, diduga sedang melakukan pengalihan perhatian dengan bertanya-tanya untuk mencari letak mi instan.

Usai hal tersebut, Tutun dan rekannya langsung mengecek rekaman video CCTV dan mereka pun tersadar dengan adanya dugaan hipnotis yang dilakukan oleh dua WNA.

“Saya sama Sergio sudah laporan ke atasan, masih menunggu keputusan, apakah laporan ke kepolisian atau tidak,” ungkap Tutun.

Terkait kejadian aksi hipnotis dua WNA itu, Kompol Danang Yudanto selaku Plt Kasat Reskrim Polresta Malang mengungkapkan hingga saat ini pihaknya masih belum mendapatkan laporan atau aduan dari para korbannya aksi dua WNI itu.

Meski begitu, diketahui sebelumnya sudah ada WNA yang berhasil menghipnotis dan membawa sejumlah uang dari toko di wilayah Malang.

“Belum ada yang lapor, tapi kami sudah mendalami dan sudah mendatangi dua lokasi yang di toko oleh-oleh Pia Cap Mangkok dan Lai-Lai,” ucap Danang.

Diketahui dua WNA membawa uang senilai Rp 1 Juta dari toko Oleh-oleh Pia Cap Mangkok dan uang senilai Rp 800 ribu dari toko Lai-Lai.

Kompol Syabain selaku Kapolsek Klojen juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih menginvestigasikan kebenaran kejadian tersebut dengan mendatangi dua lokasi kejadian itu karena pihaknya juga belum menerima laporan kejadian terkait hal tersebut.

“Petugas kami akan mendatangi lokasi di toko Pia Cap Mangkok dan Lai-Lai terlebih dahulu, sejauh ini belum ada laporan terkait hal itu yang masuk ke kami,” ucap Syabain.

Hati-hati ya, Kawula Muda.

Berita Lainnya