Enggan Digunakan Sandiaga Uno untuk MotoGP Mandalika, Seberapa Efektif Kerja Pawang Hujan?

Menurut lo pawang hujan itu efektif gak sih, Kawula Muda?

Ilustrasi hujan. (UNSPLASH)
Thu, 17 Mar 2022


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menegaskan tidak akan menyewa pawang hujan saat gelaran MotoGP Mandalika pada 18 hingga 20 Maret mendatang. 

Sandiaga Uno lebih memilih menggunakan taknologi, karena berkaca dari beberapa acara sebelumnya, seperti WorldSBK Mandalika tahun lalu.

"Jadi, ini yang terus kita upayakan dengan TMC, Teknologi Modifikasi Cuaca. Jadi melibatkan BMKG dan TNI AU. Kita Harapkan bisa membantu mitigasi situasi," ujar Sandiaga Uno dalam rapat kerja Komisi X DPR RI.

Padahal, beberapa perhelatan acara besar biasanya melibatkan pawang hujan untuk memastikan cuaca cerah. Tak jarang juga acara besar yang diadakan pihak pemerintahan menggunakan jasa pawang hujan ini. Misalnya saja pada acara pelantikan 17 kepala daerah di Jawa Tengah pada 2016 lalu.
 

Ilustrasi hujan deras. (PIXABAY)

 

Memangnya, seefektif apa sih pawang hujan dalam menalang turunnya hujan?

Dilansir dari Liputan6, Mbah Bejo, seorang pawang hujan asal Semarang mengatakan pawang hujan memang memiliki tenaga dalam yang dapat dimanfaatkan untuk menghalau hujan. Mbah Bejo turut menyebut bahwa sejatinya awan mengandung sekumpulan uap air hasil penguapan. Di dalam uap air tersebut pun terkandung muatan elektron. 

Tenaga dalam yang diklaim dimiliki oleh pawang hujan pun dapat memengaruhi elektron pada awan tersebut. Dengan memainkan medan magnetik di dalam awan, pawang hujan dapat mendorong, memindahkan, menahan, hingga menurunkan hujan. 

Selain tenaga dalam, Mbah Bejo juga mengakui adanya pawang yang menggunakan tenaga batin dengan bekerja sama dengan jin. Hal itu terlihat dari adanya ritual seperti puasa, serta membakar sesaji dan kemenyan. 

Telah banyak penelitian untuk ‘kendalikan’ cuaca! 

Sebenarnya, berbagai penelitian di berbagai negara telah mencari cara yang efektif dalam mengendalikan cuaca, termasuk hujan. Dalam sains, salah satu cara yang dianggap efektif memanipulasi cuaca adalah menyemaikan awan dengan partikel mikroskopis. 

Penyemaian dilakukan dengan menyemprotkan partikel aluminium oksida dan perak iodida untuk menjadi es buatan. Dengan begitu, hujan dapat turun terlebih dulu sehingga tidak turun di tempat dan waktu yang diinginkan. 

Selain dengan menggunakan teknik penyemaian hujan, dilakukan pula beberapa teknik ilmiah seperti ionizers di Uni Emirat Arab, energi laser untuk menginduksi hujan dan badai, hingga China yang mencoba mengirim roket ke luar angkasa untuk melenyapkan potensi hujan. 

Berita Lainnya