Erick Thohir Minta Bantuan Hacker Indonesia Lindungi Data Masyarakat

Sebagai bentuk apresiasi kepada para peretas lokal, Kawula Muda!

Erick Thohir. (Dok. KEMENTERIAN BUMN)
Wed, 14 Sep 2022


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajak para peretas (hacker) lokal untuk bantu pemerintah perangi pencurian data. Erick menambahkan bahwa pemerintah tidak dapat mengatasi masalah peretasan tersebut sendiri. 

Karena itu, dibutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk mendukung perlindungan data masyarakat. Salah satunya dengan melibatkan ahli digital maupun para peretas Indonesia. 

Ilustrasi hacker dan kebocoran data (unsplash.com/arget)


“Para peretas pun yang merasa kurang diapresiasi, mulai juga bicara dengan pemerintah supaya jangan saling menjatuhkan, lebih baik kita membangun bangsa kita. Tidak ada salahnya sekarang pemerintah bersama ahli digital dan para peretas justru melindungi negara kita terhadap serangan peretas dari negara lain,” tuturnya dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari CNNIndonesia pada Rabu (14/09/2022). 

Adapun ajakan tersebut terkait dengan maraknya peretasan akhir-akhir ini. Salah satunya disebabkan oleh penjualan data oleh hacker Bjorka

Ia diketahui menjual 1,3 miliar data dari kartu SIM orang Indonesia. Padahal, data tersebut mencakup berbagai identitas penting warga negara, yakni NIK, nomor telepon, hingga tanggal registrasi SIM. 

Berbagai lembaga dan perangkat pemerintahan pun menjadi target pembocoran data oleh hacker tersebut. Ia diketahui telah membocorkan data pribadi Menkominfo Johnny G. Plate, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Hal itu mulai dari NIK, nomor kartu keluarga, alamat, nomor telepon, nama anggota keluarga, hingga nomor ID vaksin menteri tersebut. Terbaru, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka juga mengatakan bahwa data pribadinya dibocorkan oleh hacker tersebut. 

Berita Lainnya