Indonesia Habiskan Rp 1,4 T lalu Gagal jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

Sayang banget ya, Kawula Muda :(

Indonesia mengalami kerugian Rp 1,4 triliun dalam pembatalan tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 (INSTAGRAM/manahan_solo)
Thu, 30 Mar 2023


FIFA telah resmi mencabut Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Sayangnya, pemerintah sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk persiapan pertandingan tersebut.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membiayai renovasi besar untuk menyambut tamu negara.

Pada laman CNBC Indonesia, Kamis (30/03/2023), Zainudin Amali yang masih menjabat sebagai Menpora, waktu itu meminta tambahan ke Pemerintah untuk pengembangan Piala Dunia U-20 sebesar Rp 500 miliar di Juni 2020.

Indonesia mengalami kerugian Rp 1,4 triliun dalam pembatalan tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 (ANTARA/Maulana Surya)

Kemudian pada Juli 2020, Komite Eksekutif PSSI, menyebut bahwa pemerintah mengeluarkan dana sebesar Rp 400 miliar untuk Piala Dunia U-20, saat Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah.

Jika dilihat dari dana yang direalisasikan, kerugian Indonesia pada renovasi Piala Dunia U-20 ini mencapai kerugian Rp 1,4 triliun, Kawula Muda.

Biaya Renovasi Tembus Rp Rp 418 Miliar

Sementara itu dari laman Bisnis, sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) No.19/2020 dan Instruksi Presiden No.8/2020 PUPR ditugaskan untuk melakukan renovasi 2 stadion utama dan 15 lapangan latihan sepakbola yang tersebar di 5 provinsi yakni Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatra Selatan.

"Jadi untuk penggantian rumput dan pencahayaan harus dihitung dengan baik sehingga dalam waktu 6 bulan sudah bisa digunakan. Menurut saya kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk memperbaiki venue sesuai dengan standar FIFA," katanya.

Pekerjaan konstruksi ditandai dengan Penandatanganan Kontrak antara Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya dengan Kontraktor Pelaksana yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pada 6 November 2020.

Menurut laporan Ditjen Cipta Kerja Kementerian PUPR, pelaksanaan renovasi 2 stadion utama dan 15 lapangan latihan dibagi menjadi 3 paket pekerjaan dengan anggaran APBN keseluruhan sebesar Rp 418 miliar.

Pada paket 1 (klaster Bali) yang dikerjakan oleh kontraktor PT PP, Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp 152,9 miliar. Kemudian, Paket 2 (klaster Solo) dikerjakan oleh PT Nindya Karya Wilayah II dengan nilai kontrak sebesar Rp 78,8 miliar.

Sedangkan Paket 3 (klaster gabungan Bandung, Bangkalan dan Palembang) dikerjakan PT Nindya Karya Wilayah II dengan nilai kontrak sebesar Rp 83 miliar. Bertindak sebagai konsultan manajemen konstruksi PT Virama Karya.

Semoga Indonesia bisa mendapatkan kesempatan yang lebih pada acara lain, ya, Kawula Muda.

Berita Lainnya