Ini Alasan Mark Zuckerberg Ganti Nama Perusahaan Induk Facebook Menjadi Meta

Nama induk perusahaannya ya yang berubah, Kawula Muda! Jadi nama aplikasinya tetap Facebook

Meta, nama baru yang menggantikan 'Facebook' sebagai identitas induk perusahaan milik Mark Zuckerberg (YOUTUBE/CNET)
Fri, 29 Oct 2021

Dalam konferensi tahunan Connect, CEO Facebook Inc, Mark Zuckerberg umumkan pergantian nama perusahaan Facebook menjadi Meta pada Kamis (28/10/2021). Nama Meta dipilih karena mewakili harapan masa depan usai lewati berbagai masalah di media sosial.

Sebelumnya, Facebook Inc memang menjadi perusahaan induk untuk beberapa produk seperti aplikasi Facebook, Instagram, hingga WhatsApp. Mark mengakui hal itu menyebabkan kebingungan dan kecanggungan karena memiliki nama perusahaan yang sama dengan nama produknya. 

“Jadi kami melihat sisi bisnis kami sebagai dua segmen yang berbeda. Satu untuk aplikasi sosial dan satu lagi untuk platform masa depan. Idenya adalah Metaverse yang kami lakukan bukanlah tentang salah satu dari segmen tersebut. Metaverse akan menjadi platform masa depan dan pengalaman sosial," ucap Zuckerberg dilansir CNNIndonesia.com.

Mark Zuckerberg saat menjelaskan mengenai Metaverse, dunia baru media sosial yang sedang ia bangun (YOUTUBE/CNET)

 

Metaverse yang dimaksud oleh Mark adalah dunia baru yang mampu menghubungkan dan menjangkau seluruh perusahaan aplikasi media sosial. Ia dikabarkan menggelontorkan dana sekitar 10 miliar dolar AS (Rp 141 triliun) pada tahun ini untuk membangun dunia jejaring tersebut. 

"Saya pikir pada dasarnya kami untuk pertama kali bergerak dari Facebook sebagai sebuah perusahaan menjadi Metaverse," tuturnya.

Mark juga menambahkan perubahan nama tersebut dapat semakin menguatkan posisi Meta sebagai perusahaan yang membangun teknologi agar manusia dapat saling berinteraksi. Hal itu tidak didapatkan dari nama Facebook yang sangat erat dengan media sosial dan memanfaatkan teknologi, bukan membangunnya.

"Facebook adalah merek media sosial yang ikonik. Dan semakin kami melakukan lebih dari itu, orang-orang menganggap kami sebagai perusahaan media sosial. Tetapi cara kami berpikir adalah bahwa kami merupakan perusahaan teknologi yang membangun teknologi untuk membantu orang terhubung satu sama lain," tambahnya. 

Sementara itu, re-branding nama induk perusahaan juga pernah dilakukan beberapa kali oleh perusahaan besar dunia. Pada 2015, Google menjadikan Alphabet Inc sebagai perusahaan induk.

Berita Lainnya